Show simple item record

dc.contributor.advisorPawitan, Hidayat
dc.contributor.advisorSumardjo
dc.contributor.authorMustokoweni
dc.date.accessioned2024-05-07T01:52:10Z
dc.date.available2024-05-07T01:52:10Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148817
dc.description.abstractPresipitasi sebagai salah satu unsur iklim artinya dalam daur hidrologi. Salah satu bentuk penting presipitasi yaitu curah hujan sering diamati karena pengaruhnya yang besar terhadap segala aspek kehidupan. Di bidang pertanian khususnya, hujan merupakan sumber air utama. Pertanian dapat diadakan di daerah-daerah yang mendapat curah hujan tahunan > 400 m (kacang tanah), > 700 mm (kentang, ubi kayu, jagung), > 1500 mm (padi-padian, tanaman tahunan) (FAO, 1978 dalam Las, 1989). Jika kurang dari 300 mm maka pertanian hanya mungkin diadakan di bagian daerah yang dapat dibantu dengan irigasi atau air sungai (Sosrodarsono dan Takeda, 1987). Di Indonesia umumnya masih banyak terdapat pertanian yang tergantung pada curah hujan atau pertanian tadah hujan sehingga jumlah hujan dan penyebarannya berpengaruh terhadap hasil panen. Kejadian hujan merupakan akibat dari interaksi bermacam-macam proses dan keadaan di permukaan bumi serta atmosfer. Kandungan uap air udara, tersedianya inti kondensasi, ketinggian lapisan inversi, pemanasan bumi oleh matahari, stabilitas, atmosfer, serta angin merupakan keadaan yang menentukan terjadinya hujan. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPendugaan curah hujan berdasarkan data keawanan citra satelit lingkunganid
dc.subject.ddccuacaid
dc.titlePendugaan curah hujan berdasarkan data keawanan citra satelit lingkungan-cuacaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record