Show simple item record

dc.contributor.advisorManan, Moh. Effendy
dc.contributor.advisorSyamsiah, Iis
dc.contributor.authorHasbi, Muhammad
dc.date.accessioned2024-05-03T03:31:00Z
dc.date.available2024-05-03T03:31:00Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148408
dc.description.abstractWilayah aliran Jatiluhur mencakup areal seluas 260.000 ha. dalam setahun. Pada umumnya petani menanam padi dua kali Untuk meningkatkan intensitas produksi tanaman di daerah irigasi Jatiluhur masih memungkinkan yaitu dengan menyisipkan palawi ja setelah padi musim kemarau. Target penanaman palawija di seluruh sistem irigasi Jatiluhur adalah 75.000 ha, tetapi sampai sekarang belum mencapai target tersebut. Kedelai paling memberi harapan untuk ditanam setelah padi musim kemarau pada keadaan alokasi air karena umurnya pendek (kurang lebih 80 hari). tanaman kedelai luas akan terasa kekurangan terbatas Jika per- air dalam keadaan demikian, maka perlu dicari jadwal dan cara pengairan yang paling baik, dapat menghemat air tanpa merugi- kan hasil. Penelitian ini dilakukan di areal bekas tanaman padi musim kemarau dengan plot yang luas, agar dapat mencerminkan keadaan di lapangan. Pada umumnya pemberian air untuk kedelai dilakukan tiga kali yaitu saat tanam, pembungaan, dan pembentukan polong. Apabila tanah sawah bekas padi masih basah, pemberian air cukup dua kali yaitu saat berbunga dan pembentukan polong.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPenanaman kedelai setelah padi pertama ditinjau dari segi keperluan air di kebun percobaan balai penelitian tanaman pangan Sukamandiid
dc.titlePenanaman kedelai setelah padi pertama ditinjau dari segi keperluan air di kebun percobaan balai penelitian tanaman pangan Sukamandiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record