| dc.description.abstract | Usaha kerajinan patung memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian daerah Bali disamping sebagai sumber penghasil devisa bagi daerah juga dapat mengatasi masalah ketenagakerjaan. Dengan meningkatnya kebutuhan akan produk patung baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri maupun untuk diekspor, kebutuhan akan bahan bakunyapun terus meningkat. Sementara ketersediaan beberapa jenis kayu perpa- tungan yang umum digunakan sudah semakin berkurang dan sulit diperoleh. Hanya ± 20% kebutuhan kayu untuk bahan baku patung mampu dipenuhi dari kayu lokal sedangkan 80% lagi didatangkan dari luar Pulau Bali. Dengan demikian pengadaan kayu sebagai bahan baku patung merupakan permasalahan, oleh karena itu upaya memperkenalkan jenis kayu lokal lainnya perlu terus dikembangkan. Upaya tersebut antara lain perlu didukung oleh informasi tentang karakteristik kayu yang akan diperkenalkan dan tanggapan pengrajin terhadap karakteristik kayu tersebut. Oleh karenanya pengenalan dan pengetahuan pengrajin terhadap karakteristik suatu jenis kayu memegang peranan penting bagi perkembangan seni kerajinan patung. Ditinjau dari sifat makroskopis nonstruktural dan beberapa sifat fisis, kayu asem (T indica), bungur (L speciosa) dan flamboyan (D regia) diduga dapat digunakan sebagai bahan baku patung. ... | id |