Show simple item record

dc.contributor.advisorCoto, Zahrial
dc.contributor.advisorFebrianto, Fauzi
dc.contributor.authorSyukri, Ahmad
dc.date.accessioned2024-05-02T07:30:56Z
dc.date.available2024-05-02T07:30:56Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148278
dc.description.abstractBambu merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang mempunyai arti penting, karena bambu memiliki alternatif penggunaan yang luas seperti untuk industri kertas dan pulp, komponen bangunan atau untuk kerajinan rakyat. Kelemahan utama bambu sebagai bahan bangunan adalah mudah terserang oleh faktor perusak kayu seperti rayap kayu kering, bubuk kayu kering, dan jamur. Hal ini disebabkan karena bambu memiliki kandungan pati yang cukup tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengawetan bambu untuk memperpanjang umur pakai bambu tersebut. Metoda pengawetan yang digunakan hendaknya bersifat ekonomis, mudah dilakukan, hasilnya baik, dan tidak mengganggu keadaan lingkungan. Penggunaan Natrium hidroksida sebagai bahan pengawet, dapat menjadikan bambu tidak disenangi organisme perusak bambu, harganya murah, dan mudah dalam prosesnya. Rowell (1984), mengemukakan bahwa pada proses pelarutan kayu dalam NaOH 1% yang dikerjakan pada suhu 100°C mengekstrak zat ekstraktif, sebagian lignin, hemiselulosa berat molekul rendah, dan selulosa yang terdegradasi. Selanjutnya Koch (1985) menyatakan bahwa apabila NaOH bereaksi dengan kayu dapat mengurangi kekuatan kayu dan akan merubah komposisinya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh perlakuan dengan larutan alkali terhadap ketahanan bambu betung (Dendrocalamus asper (Schult.f.) backer ex Heyne) dari serangan rayap kayu keringid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record