Show simple item record

dc.contributor.advisorSofyan, Kurnia
dc.contributor.advisorSiagian, Rena M.
dc.contributor.authorJasmani
dc.date.accessioned2024-05-02T07:23:49Z
dc.date.available2024-05-02T07:23:49Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148267
dc.description.abstractPemanfaatan kayu daun lebar tropis sebagai bahan baku pulp dan kertas, dengan jenis yang beraneka ragam dan sifat yang heterogen digunakan teknik pemasakan campuran. Menurut Pasaribu dan Silitonga (1974), faktor yang nyata berpengaruh dalam pengolahan kayu campuran adalah berat jenis (BJ) kayu (pengelompokkan campuran jenis-jenis kayu berdasarkan berat jenisnya). Antrakuinon (AQ) merupakan suatu bahan penambah dalam pembuatan pulp yang mampu meningkatkan rendemen, dapat menghemat pemakaian bahan kimia, meningkatkan proses delignifikasi dan meningkatkan beberapa sifat fisik lembaran pulp serta mengurangi pencemaran. Pada proses pemutihan sekarang ini diusahakan untuk menggunakan bahan kimia yang rendah pencemarannya. Pemakaian bahan-bahan seperti klorin ditekan sekecil mungkin dan mulai dicari alternatif penggantinya seperti penggunaan peroksida, oksigen dan ozon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan antrakuinon pada proses sulfat terhadap mutu pulp putih dari campuran kayu daun lebar dan untuk mengetahui sejauh mana peroksida sebagai bahan pemutih pengganti klor dapat mempengaruhi rendemen, sifat fisik dan optik lembaran pulp putih. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh antrakuinon pada proses sulfat terhadap mutu pulp putih dari campuran kayu daun lebarid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record