Pengaruh variasi jumlah laminasi terhadap sifat fisis dan mekanis balok laminasi kayu agathis (Agathis loranthifolia Salisb.)
View/ Open
Date
1995Author
Septiardi, Josef
Mardikanto
Nugroho, Naresworo
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh variasi jumlah laminasi terhadap sifat fisis, mekanis dan perbandingan kekuatan terhadap berat (strength to weight ratio) balok laminasi kayu agathis (Agathis loranthifolia Salisb.) untuk tujuan khusus sebagai bahan konstruksi pesawat terbang ringan. IPE
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah laminasi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai sifat fisis (kadar air, berat jenis, kerapatan dan susut volume) balok laminasi, tetapi berpengaruh nyata terhadap nilai sifat mekanis (MOE, MOR dan keteguhan geser rekat) balok laminasi. Balok laminasi yang terbaik adalah balok laminasi 4 lapisan, karena mempunyai nilai rata-rata sifat mekanis dan strength to weight ratio yang lebih tinggi dari pada balok laminasi 6 dan 8 lapisan. Tetapi balok utuh masih lebih baik dari pada balok laminasi pada setiap perlakuan, karena mempunyai nilai rata-rata sifat mekanis dan strength to weight ratio yang lebih tinggi dari pada balok laminasi.
Jika nilai rata-rata sifat mekanis balok laminasi 4
lapisan dibandingkan dengan kayu spruce (hasil penelitian
Surjokusumo et. al, 1992), ternyata nilai rata-rata MOE, MOR dan keteguhan geser rekatnya menurun, masing-masing sebesar 9.34%, 3.98% dan 27.80% dari kayu spruce. Tetapi jika nilai rata-rata MOR balok utuh kayu agathis dibandingkan dengan kayu spruce, ternyata masih lebih tinggi 12.15% dari kayu spruce, sedangkan nilai rata-rata MOE dan keteguhan geser rekatnya tidak jauh berbeda dari kayu spruce, masing-masing sebesar 1.07% dan 0.78%. Nilai strength to weight ratio balok laminasi pada setiap perlakuan lebih kecil dari pada balok utuhnya dan kayu spruce. Tetapi nilai strength to weight ratio balok utuh kayu agathis lebih tinggi 4.71% dari pada kayu spruce.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok laminasi kayu agathis pada setiap perlakuan belum dapat menggantikan kayu spruce, karena belum memenuhi persyaratan yang penting untuk kayu sebagai bahan konstruksi pesawat terbang ringan, yaitu mempunyai kekuatan (nilai rata-rata MOR) dan strength to weight ratio yang lebih kecil dari pada kayu spruce. Tetapi balok utuh kayu agathis dapat menggantikan kayu spruce, karena telah memenuhi persyaratan yang penting untuk kayu sebagai bahan konstruksi pesawat terbang ringan, yaitu mempunyai kekuatan (nilai rata-rata MOR) dan strength to weight ratio yang lebih tinggi dari pada kayu spruce.
Collections
- UT - Forestry Products [2483]

