| dc.description.abstract | Upaya pengendalian kebakaran hutan dengan melibatkan masyarakat
telah diterapkan oleh KPH Pasuruan Unit II Jawa Timur. Manusia diduga sebagai
faktor utama terjadinya kerusakan hutan seperti kebakaran hutan, sehingga perlu
perhatian dan penanganan yang tepat, efektif dan efisien. Menurut hal tersebut,
diadakannya penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama
penyebab terjadinya kebakaran hutan dilihat dari aspek sosial ekonomi manusia,
menentukan tingkat kerawanan suatu daerah terhadap kebakaran hutan sebagai
suatu dasar penerapan sistem peringatan dini (early warning system) dan
menentukan upaya pencegahan kebakaran hutan.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data
sekunder. Penentuan lokasi contoh dengan metode purposive sampling
berdasarkan tingkat kebakaran hutan dan kedekatan jarak dengan KPH Pasuruan.
Dalam penetapan responden sebagai objek penelitian dengan metode snowball
sampling. Pengujian keeratan hubungan antara karakteristik responden terhadap
persepsi masyarakat terhadap sistem peringatan dini di KPH Pasuruan digunakan
uji Spearman dan dijelaskan secara deskriptif.
Tingkat persepsi masyarakat terhadap sistem peringatan dini tergolong
rendah dengan perolehan persentase yaitu Desa Kunjoro Wesi dengan 93,30%,
Desa Wotanmas Jedong dan Desa Sumberrejo sebesar 63,30%. Desa Tambaksari
memiliki tingkat persepsi masyarakat terhadap sistem peringatan dini tergolong
sedang dengan persentase sebesar 50% dari responden yang terpilih. Menurut uji
Spearman, diperoleh hasil yaitu tingkat pendidikan formal memiliki hubungan
searah dan dipengaruhi nyata dengan nilai signifikansi < α pada selang 95% dan
99% terhadap tingkat persepsi masyarakat.
Daerah rawan kebakaran hutan berdasarkan aksesibilitas dan tingkat
persepsi masyarakat yang tergolong sedang-tinggi adalah Desa Sumberrejo dan
Desa Kunjoro Wesi. Desa Wotanmas Jedong dan Desa Tambaksari tergolong
rendah-sedang | id |