Keterkaitan kebakaran hutan dengan faktor-faktor iklim di KPH Banyuwangi Selatan Perum Perhutani Unit II Jawa Timur
View/ Open
Date
1995Author
Triani, Wahyu
Suratmo, Gunarwan
Syaufina, Lailan
Metadata
Show full item recordAbstract
Faktor alam belum banyak dipertimbangkan sebagai penyebab kebakaran padahal sebenarnya hal itu tidak dapat diabaikan begitu saja. Contohnya kebakaran di Kalimantan Timur tahun 1982/1983 Hamzah (1985) menyatakan bahwa faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap luasnya areal yang terbakar adalah masa kemarau yang terlalu panjang (10 bulan) yang diperkirakan ada hubungan dengan pergeseran arus angin El Nino, yang membawa angin jenuh air ke Indonesia tetapi di tahun tersebut merubah arus hembusannya sehingga menimbulkan kondisi kering di daerah Pasifik sebelah Barat.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan antara faktor-faktor iklim (curah hujan, temperatur udara, kelembaban udara) dengan kebakaran hutan terutama di hutan jati dan menentukan kepekaan lokasi terhadap kebakaran hutan. Adapun hipotesis yang ingin diuji adalah bahwa kebakaran terjadi pada temperatur tinggi dalam waktu yang lama, curah hujan rendah, kelembaban relatif rendah terutama pada musim kemarau panjang.
Data yang diperlukan adalah data sekunder faktor iklim dan kejadian kebakaran periode 1988-1994. Data iklim yang diperlukan adalah data bulanan tentang curah hujan, temperatur udara dan kelembaban udara yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Banyuwangi. Aspek kebakaran yang diamati adalah jumlah/frekuensi kebakaran, luas kebakaran, waktu kebakaran, kerugian akibat kebakaran dan sumber atau penyebab kebakaran. Disamping itu juga diperlukan data penunjang berupa kondisi biofisik lokasi penelitian, kondisi sosial ekonomi masyarakat desa sekitar hutan, kondisi keamanan hutan maupun sarana dan prasarana pengendali kebakaran hutan yang sudah ada. Data diperoleh dari Kantor KPH Banyuwangi Selatan maupun wawancara dengan petugas kehutanan.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
