Show simple item record

dc.contributor.advisorPuspaningsih, Nining
dc.contributor.authorMelini, Ria
dc.date.accessioned2024-05-02T01:53:31Z
dc.date.available2024-05-02T01:53:31Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148077
dc.description.abstractEkosistem hutan berperan penting untuk mengurangi emisi dunia yaitu sebagai penyerap karbon dan penyimpan karbon. Besarnya karbon yang dapat disimpan oleh hutan harus dapat diukur dan dimonitor dengan baik. Besarnya karbon yang dapat disimpan dalam suatu ekosistem hutan dapat diduga berdasarkan kandungan biomassanya. Secara garis besar metode pendugaan biomassa di atas permukaan tanah dapat dikelompokkan menjadi dua cara yaitu metode destruktif dan non-destruktif. Metode non-destruktif dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan alometrik dan menggunakan data remote sensing. Di bidang kehutanan dengan areal yang sangat luas dan aksesbilitas yang rendah, penggunaan data remote sensing lebih diutamakan daripada pengukuran secara destruktif. Pendekatan ini memungkinkan untuk mengurangi pengukuran langsung di lapangan, sehingga dapat dilakukan lebih cepat dengan biaya lebih murah. Disisi lain, data remote sensing jika digunakan secara sendiri juga memiliki keterbatasan dalam kemampuannya menyediakan informasi untuk aplikasi kehutanan seperti estimasi biomassa. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan suatu metode yang mengkombinasikan data remote sensing, data contoh pengukuran lapangan dan penggunaan alometrik untuk pendugaan biomassa. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei 2011 di IUPHHK-HA PT. Austral Byna, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi simpanan karbon tegakan pada hutan alam di PT. Austral Byna serta melakukan pemetaan simpanan karbon PT. Austral Byna menggunakan citra Landsat ETM+. Pada penelitian ini perhitungan biomassa dilakukan dengan menggunakan persamaan alometrik biomassa yang disusun oleh Brown (1997) dan Ketterings et al. (2001), sedangkan perhitungan simpanan karbon dilakukan dengan menggunakan asumsi bahwa umumnya 50% dari biomassa hutan tersusun atas karbon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpanan karbon tegakan hutan alam berdasarkan kelas kerapatan tegakan A yaitu sebesar 221,1 ton/ha, kelas B sebesar 145,5 ton/ha dan kelas C sebesar 89,2 ton/ha untuk persamaan Brown dan kelas kerapatan tegakan A sebesar 220,4 ton/ha, kelas B sebesar 131,8 ton/ha dan kelas C sebesar 77,1 ton/ha untuk persamaan Ketterings. Total nilai dugaan simpanan karbon tegakan hutan alam pada PT. Austral Byna yaitu sebesar 22.861.381,0 ton untuk persamaan Brown dan 21.029.331,4 ton untuk persamaan Ketterings. Berdasarkan hasil pemetaan simpanan karbon tegakan dengan menggunakan citra Landsat ETM+ diperoleh luasan masing-masing kelas kerapatan tegakan pada PT Austral Byna, yaitu kelas A seluas 20.459,4 ha, kelas B 111.359,8 ha dan kelas C 23.940,6 ha.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestryid
dc.subject.ddcForest Managementid
dc.subject.ddcBarito Utaraid
dc.subject.ddcKalimantanTengahid
dc.titlePemetaan Simpanan Karbon Tegakan Hutan Alam Menggunakan Citra Landsat ETM+ di IUPHHK-HA PT Austral Byna, Kalimantan Tengahid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKarbonid
dc.subject.keywordTegakanid
dc.subject.keywordCitra Landsat ETM+id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record