Show simple item record

dc.contributor.advisorPasaribu, Fachriyan Hasmi
dc.contributor.advisorRasyid, Yoebal Ganesha
dc.contributor.authorArmon
dc.date.accessioned2024-04-25T08:54:08Z
dc.date.available2024-04-25T08:54:08Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147400
dc.description.abstractPemanfaatan bekicot (Achatina fulica Fer.) sebagai sumber protein hewani sudah semakin luas, baik untuk konsumsi manusia maupun sebagai bahan campuran makanan ternak dan ikan. Hal ini disebabkan karena nilai gizinya yang cukup tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan dan penyusunan jaringan-jaringan tubuh. Sebaliknya, berdasar kan penelitian yang dilakukan oleh Purwoko dan Wibisono (1987), bekicot juga dapat membawa berbagai macam bakteri patogen bagi berbagai jenis ternak, ikan maupun manusia, tanpa bekicot menunjukkan gejala patologis oleh adanya bakteri didalam tubuhnya. Dengan latar belakang diatas penulis melakukan penelitian penghitungan jumlah bakteri per gram daging segar dan dendeng bekicot dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pencemarannya oleh bakteri dan dikaitkan dengan kela yakan/keamanannya untuk dikonsumsi, baik itu oleh manusia maupun ternak dan ikan. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPerhitungan jumlah bakteri per gram daging segar dan dendeng bekicot ( Achatina fulica Fer. )id
dc.titlePerhitungan jumlah bakteri per gram daging segar dan dendeng bekicot ( Achatina fulica Fer. )id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record