Pendugaan evapotranspirasi hutan tanaman dipterocarpaceae dengan metode neraca energi nisbah bowen (BREB) di Cikarang
Abstract
Evaporasi (penguapan) merupakan suatu gejala yang mendapat perhatian dari kalangan luas. Ini disebabkan penguapan adalah salah satu cara air menghilang dari atau meninggalkan suatu permukaan, terutama pada areal vegetasi. Dalam bidang hidrologi/klimatologi, bertersedianya data evaporasi ataupun evapotranspirasi penting kaitannya dengan pendugaan produksi air (water yield) suatu daerah tangkapan hujan (catchment area).
Metode pendekatan neraca energi (Bowen Ratio-Energy Balance, BREB) adalah salah satu besarnya terutama evapotranspirasi. cara untuk menduga. Kehandalan metode menyangkut penjelasan proses-proses ini fisik (pemindahan energi) di atas tajuk hutan dalam kaitannya dengan proses evapotranspirasi. Di Indonesia metode ini masih jarang dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai evapotranspirasi hutan tanaman di Cikarawang dengan metode BREB dan mengetahui hubungan antara evapotrans- pirasi perhitungan dengan evaporasi panci klas A, serta hubungannya dengan komponen neraca energi lainnya.
Laju evapotranspirasi hutan tanaman dipengaruhi oleh keadaan atmosfer di atas sangat tajuk. Penerimaan radiasi neto (Rn) merupakan faktor meteorologi utama yang berpengaruh disamping suhu dan defisit tekanan uap. dahan Bagian energi tersedia yang digunakan untuk pemin- massa air ke atmosfer (proses evapotranspirasi) cukup besar, yaitu lebih dari 70% radiasi neto. Rata- rata evapotranspirasi siang hari adalah 189.8 W/m² (0.29 mm/jam atau sekitar 3 mm/hari dengan nisbah Bowen, β) 0.42.
Terdapat korelasi baik antara evapotranspirasi perhitungan dengan evaporasi panci klas A. Persamaan regresi linier hubungan antara keduanya sebagai berikut (satuan mm/jam) Epanes = -0.002+ 1.122 Epanci -A dengan koefisien korelasi, r = 0.86….
