Show simple item record

dc.contributor.advisorSadiyo, Sucahyo
dc.contributor.advisorNugroho, Naresworo
dc.contributor.authorMukhyidin, Yudi
dc.date.accessioned2024-04-24T01:35:16Z
dc.date.available2024-04-24T01:35:16Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147110
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara penghasil rotan yang mampu menyediakan sekitar 80% dari kebutuhan rotan du- nia. Menurut Naumy (1986), luas hutan alam rotan Indo- nesia diperkirakan 10 juta hektar dengan kapasitas tebang lestari 80-120 kg/ha/th. Luas hutan rotan yang ada baru ditebang 90.000 ton/ha, sedang kapasitas tebang lestari bisa mencapai 990.000 ton/th. Untuk itu diperlukan penanganan dalam pengelolaannya, sehingga dapat dicapai hasil yang optimum dan lestari. Sejak tanggal 1 Juli 1988, Pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai larangan ekspor rotan setengah jadi dengan Surat Keputusan Menteri Perdagangan No.190/Kp/VI/ 88 tanggal 30 Juni 1988. Diharapkan dengan adanya kebi- jakan ini ekspor rotan berupa barang jadi dapat lebih di- tingkatkan. Salah satu industri rotan yang menghasilkan barang jadi adalah industri mebel rotan. Di dalam pengembangan desain produk mebel rotan, perlu diperhatikan aspek ergonomi, teknis, ekonomis dan estetika. Kekuatan sangat ditentukan oleh aspek teknis. Sambungan merupakan salah...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestry productsid
dc.subject.ddcCanes and rattansid
dc.titlePerbandingan kekuatan berbagai tipe sambungan siku pada mebel rotan dengan menggunakan paku alur spiral (Spirally Groove Nail) dan sekrupid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record