| dc.description.abstract | Pendekatan rasional untuk menentukan kegunaan jenis kayu adalah memilah kayu tersebut berdasarkan kriteria yang akan menjadi ukuran mutu bagi klasifikasinya untuk berbagai guna akhir. Untuk kriteria ini digunakan parameter yang diambil dari sifat fisis mekanis kayu, sehingga pemilahan dapat dilakukan secara sederhana. Pengetahuan tentang sifat mekanis ini, bisa didapatkan melalui pengujian-pengujian laboratorium dengan contoh kecil bebas cacat maupun dalam ukuran skala pemakaian. Sifat mekanis yang berhubungan dengan kekuatan kayu salah satunya adalah sifat keteguhan lentur statis, yang terdiri dari dua nilai penting yaitu modulus elastisitas (Modulus of Elasticity) dan modulus patah (Modulus of Rupture).
enyebutkan Penelitian-penelitian mengenai keteguhan lentur statis kayu telah banyak dilaksanakan yang mengarah pada aspek optimalisasi penggunaan kayu sebagai bahan. Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat ketebalan dan bentang terhadap keteguhan statis balok kayu Agathis loranthifolia Salisb pada contoh kecil bebas cacat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan sejauh mana pengaruh tingkat ketebalan dan bentang kayu terhadap nilai modulus elastisitas dan nilai modulus patah kayu Agathis loranthifolia Salisb pada contoh kecil bebas cacat.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan British Standard 373 (1957) dengan dua perlakuan yaitu variasi ketebalan (1 cm, 1.5 cm, 2 cm, 2.5 cm, dan 3 cm) dan variasi bentang (14 cm, 21 cm, 28 cm, 35 cm, dan 42 cm). Pengujian dilakukan dengan,... | id |