Show simple item record

dc.contributor.advisorRuhendi, Surdiding
dc.contributor.advisorWahyudi, Imam
dc.contributor.authorWahyudi, Ahmad
dc.date.accessioned2024-04-24T01:13:40Z
dc.date.available2024-04-24T01:13:40Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147086
dc.description.abstractuntuk kayu Mindi sebesar 444,8647 m³, kayu Mahoni 271,0279 m³, dan jenis lainnya 204,0049 m³. Pada tahun 1991 surplus yang terjadi untuk kayu Mindi adalah 356,5395 m³, kayu Mahoni 3 807,3618 m³, dan jenis kayu lainnya 107,4853 m³. Tahun 1992 terjadi surplus kayu Mindi 503,7464 m³, kayu Mahoni 520,3370 m³, dan jenis surplus jenis kayu lainnya sebesar 162,4642 m³. Untuk menghindari surplus yang terlalu besar dari masing-masing jenis kayu yang digunakan, berdasarkan model economic order quantity (EOQ) harus dilakukan pemesanan bahan baku dengan kombinasi sebagai berikut; (1) Untuk tahun 1990 untuk kayu Mindi jumlah pemesanan yang optimum adalah 131,4860 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak delapan kali, untuk kayu Mahoni sebesar 86,7621 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak enam kali dan pesanan optimum untuk jenis kayu lainnya adalah 103,5049 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak tujuh kali. (2) Untuk tahun 1991 jumlah pesanan kayu Mindi yang optimum adalah 84,3549 m³ dengan frekuensi pemesanan 12 kali, untuk kayu Mahoni sebesar 66,0619 m³ dengan frekuensi pemesanan seba- nyak 12 kali, dan untuk jenis kayu lainnya sebesar 63,9528 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak 10 kali. (3) Untuk tahun 1992 jumlah pesanan kayu Mindi yang opti- mum adalah 139,0315 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForest productsid
dc.subject.ddcRaw materialsid
dc.titleStudi pengendalian persediaan bahan baku di PT. Sri Tokai Indonesia, Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record