| dc.description.abstract | Kegiatan Pemanenan Kayu merupakan salah satu ben dari pengelolaan dan pemanfaatan hutan. Sejak tahun 1 sistem silvikultur yang digunakan dalam kegiatan pemane kayu adalah Sistem Tebang Pilih Indonesia (TPI) dan setelah tahun 1989 hingga sekarang sistem yang diguna adalah sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indone (TPTI).
Walaupun telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam pedoman TPTI, kerusakan terhadap tega tinggal tidak dapat dihindarkan. Kerusakan itu did dapat mengubah komposisi, struktur dan massa tegakan hutan yang merupakan gangguan terhadap ekosistem hutan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan tiap, struktur dan komposisi jenis tegakan tinggi serta tingkat natalitas dan mortalitas setelah pemanenan kayu dengan sistem silvikultur TPI/TPTI. | id |