View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kerusakan fisik batang pada saat pemanenan kayu jati yang diteres dan nilai korbanan produktivitas lahan akibat sistem teresan : Stdi kasus di BKPH Conggeaang, KPH Sumedang, Perum Perhutani Unit III Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (1.863Mb)
      Date
      1999
      Author
      Ruhiat
      Nugroho, Bramasto
      Santosa, Gunawan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Dalam pengelolaan hutan jati di pulau Jawa, dikenal istilah teresan. Kegiatan peneresan merupakan suatu tindakan mematikan proses fisiologis pohon yang dilakukan 1-2,5 tahun sebelum pohon ditebang dengan maksud agar pada saat penebangan didapatkan pohon dalam keadaan kering alami. Diharapkan dengan keadaan pohon yang kering, kegiatan pemanenan kayu menjadi lebih mudah sehingga biaya opersional pemanenan kayu bisa ditekan. Namun demikian, dengan dilakukan kegiatan peneresan tersebut maka lahan menjadi tidak produktif selama jangka waktu teres, dan kerusakan batang pada saat penebangan pada tegakan jati yang diteres lebih tinggi dibandingkan dengan kerusakan pada tegakan jati tanpa teres. Berdasarkan hal tersebut, maka dirasa perlu untuk dilakukan suatu penelitian mengenai kerusakan batang pada saat penebangan, produktivitas kerja kegiatan pemanenan dan produktivitas lahan yang dikorbankan selama jangka waktu teresan pada tegakan jati yang diteres. Penelitian dilakukan di dua lokasi pengamatan, yaitu petak 6a dan 9c, yang secara administratip merupakan wilayah dari RPH Sampora, BKPH Conggeang KPH Sumedang Perum Perhutani Unit III Jawa Barat. Keadaan tegakan untuk kedua lokasi tersebut berbeda, petak 6a tegakan umumnya didominasi oleh pohon-pohon yang memiki diameter yang besar (Dbh 30 cm), sedangkan petak 9c tegakan umumnya didominasi oleh pohon-pohon berdiameter kecil (Dbh < 30 cm). Dari hasil pengamatan di lapangan rata-rata Intensitas kerusakan pohon akibat pemanenan kayu dari ketiga petak pengamatan (kelas lereng landai, sedang dan curam) adalah sebesar 18,81 %, yaitu dari 387 pohon yang diamati terdapat 73 pohon yang mengalami kerusakan. Intensitas kerusakan yang paling tinggi ditemukan pada pohon-pohon dengan kelas diameter diatas 50 cm (30%). Sedangkan intensitas kerusakan paling kecil...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146896
      Collections
      • UT - Forestry Products [2465]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository