Model dan Simulasi Untuk Perancangan Penggunaan Lahan di Daerah Aliran Sungai Bila Walanae Propinsi Sulawesi Selatan (Studi Kasus Sub DAS Walanae Bagian Hulu)
Date
1985Author
Mustari, Kahar
Soerianegara, Ishemat
Haenuman Js, Herman
Eriyatno
Nasoetion, Lutfi. I.
Metadata
Show full item recordAbstract
Submodel Alter digunakan untuk membuat simulasi komposisi luas dari empat puluh sembilan alternatif penggunaan lahan. Submodel Hidro digunakan untuk menghitung dugaan limpasan permukaan dari setiap alternatif penggunaan lahan. Submodel Erosi digunakan untuk menghitung dugaan erosi dari setiap alternatif penggunaan lahan sedangkan submodel Ekon digunakan untuk menghitung B/C ratio dan NPV (net present value, nilai tunai bersih) dari setiap alternatif penggunaan lahan.
Submodel fungsi produksi, selain digunakan untuk mengkaji hubungan fisik antara faktor produksi ngan produksi komoditi tertentu juga digunakan untuk menghitung besarnya produksi dari komoditi tertentu.
Hasil simulasi dengan menggunakan model yang dirumuskan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan lahan di semua kecamatan harus ditata kembali karena merugikan dari segi hidroorologi k.
Dari empat puluh sembilan alternatif penataan kembali penggunaan lahan yang disimulasi, dapat ditentukan alternatif penggunaan lahan optimal (menurut peringkat berdasarkan B/C ratio dan NPV) pada setiap kecamatan yang dalam penelitian ini disebut prioritas I, II dan III.
36,4 Bila di Sub DAS Walanae Bagian Hulu prioritas I yang diterapkan, maka keadaan penggunaan lahannya adalah sawah 14,2 persen, por pemukiman 1,3 persen, tegalan 11,2 persen, ladang 0,1 persen, padang rumput 0,0 persen, ke-bun persen dan hutan 35,6 persen. Bila prioritas II yang diterapkan, maka keadaan penggunaan lahan menja-di sawah 16,2 persen, pemukiman 1,3 persen, tegalan 10,4 persen, ladang 1,5 persen, padang rumput 0,0 persen, ke-bun 17,1 persen dan hutan 52,3 persen. Bila prioritas III yang akan diterapkan maka keadaan penggunaan lahan di Sub DAS Walanae Bagian Hulu akan menjadi sawah 16,2 persen, pemukiman 1,3 persen, tegalan 15,5 persen, ladang 1,5 persen, padang rumput 0,0 persen, kebun 30,8 persen dan hutan 35,6 persen. ...


