Show simple item record

dc.contributor.advisorHadi, Upik Kesumawati
dc.contributor.advisorKarmil, Teuku Fadrial
dc.contributor.authorAmirudin, Muhammad Agus
dc.date.accessioned2024-04-17T07:50:10Z
dc.date.available2024-04-17T07:50:10Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146114
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah mempelajari potensi nyamuk Culex quinquefasciatus sebagai vektor cacing Dirofilaria immitis pada anjing. Larva nyamuk dikumpulkan dari habitat air disekitar kampus FKH, Bogor, diidentifikasi, kemudian dikembangbiakkan sampai dewasa di labooratorium. Nyamuk digigitkan pada 3 ekor anjing yaitu: 2 ekor anjing sebagai reservoar mikrofilaria dan satu ekor anjing sebagai kontrol yang tidak mengandung mikrofilaria. Dua ekor anjing reservoar masing- masing mempunyai angka mikrofilaremia 42.000 dan 16.100 mf/ml darah untuk perlakuan 1 dan 2. Nyamuk dibedah dan diamati dibawah mikroskup binokuler dari hari ke-1 sampai dengan hari ke-13 pascainfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat gigit nyamuk Cx. quinquefasciatus terhadap anjing reservoar sebesar 22,5% (anjing 1) dan 87,9% (anjing 2). Angka kematian nyamuk selama 13 hari pascainfeksi sebesar 45,2% (perlakuan 1) dan 38,4% (perlakuan 2) dan 14,1% pada kontrol. Perkembangan larva menjadi stadium infektif dapat terjadi di dalam tubuh nyamuk pada waktu antara 252-312 jam (10,5-13 hari) pascainfeksi. Indek efisiensi vektor dalam mendukung perkembangan larva dari bentuk mikrofilaria hingga larva infektif sebesar 2,8% (2,9% dan 1,25%). Penelitian ini menunjukkan bahwa Cx. quinquefasciatus mempunyai potensi sebagai vektor D. immitis.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi nyamuk culex quinquefasciatus (Diptera : Culicidae) sebagai vektor dirofilaria immitis (nematoda : filariidae) pada anjingid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record