Show simple item record

dc.contributor.authorRizali, Akhmad
dc.date.accessioned2010-05-07T02:17:03Z
dc.date.available2010-05-07T02:17:03Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14578
dc.description.abstractPada ekosistem persawahan serangga merupakan salah satu komponen yang berperan penting yaitu sebagai herbivor, karnivor, dan detrivor. Adanya penerapan sistem pertanian intensif menyebabkan ketidakstabilan peranan serangga dalam ekosistem persawahan. Permasalahan inilah yang kemudian menjadi dasar dikembangkannya konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satu kerangka pemikiran dalam PHT adalah mempelajari ekologi komunitas, dimana keragaman dan peranan serangga pada suatu ekosistem menjadi bagian didalamnya. Taman Nasional Gunung Halimun mempakan kawasan hutan primer terakhir di Jawa. Selain areal hutan yang merupakan habitat tak terganggu, di dalam taman nasional juga terdapat habitat terganggu seperti perkebunan dan persawahan. Belum banyak dilakukan penelitian mengenai persawahan, ha1 ini menjadi pendorong untuk mempelajari ekologi komunitas di dalamnya.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleKeragaman Serangga dan Peranannya pada Daerah Persawahan di Taman Nasional Gunung Halimun, Desa Malasari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record