| dc.description.abstract | Tingginya prosentase kerusakan seperti pecah permukaan dan patah pada saat proses pelengkungan maupun penekukan batang rotan untuk bahan baku mebel bisa mencapai 32% (Suparno, 1991). Tingginya prosen- tase kerusakan ini boleh jadi disebabkan tidak selarasnya cara pengolahan dan penanganan dengan sifat bahan baku rotan. Artinya adanya variabilitas yang lebar dari sifat bahan baku rotan (sifat anatomis, fisis dan mekanis) dianggap seragam, sehingga tidak dibedakan dalam cara pengolahannya.
Dalam pertumbuhannya batang rotan mengalami pertambahan panjang batang yang terus menerus tanpa diikuti penebalan ke arah lateral, hal ini disebabkan aktivitas meristem apikal dan dengan tidak adanya jaringan kambium vaskular pada batang rotan. Sifat pertumbuhan yang demikian ini dipandang sebagai sebab utama adanya variabilitas yang lebar pada arah vertikal. Pengkajian variabilitas arah vertikal sifat dasar rotan penting sebagai upaya awal kependekatan metode pengolahan yang lebih tepat sehingga inefisiensi pemanfaatan rotan dalam proses pengolahannya dapat ditekan seminimal mungkin untuk mengurangi dampak buruk terhadap kelestarian sumber daya rotan di hutan alam. | |