| dc.description.abstract | Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kayu tropis terbesar di dunia. Kayu akan mempunyai nilai ekonomis tinggi bila sudah dikeluarkan dari hutan melalui kegiatan pemanenan kayu.
Salah satu mata rantai kegiatan pemanenan kayu yang sangat penting yaitu penyaradan. Kegiatan penyaradan memerlukan perencanaan yang cermat, kecerobahan dalam kegiatan ini akan menurunkan produktivitas kerja, merusak tegakan tinggal dan tanah sehingga kelestarian alam sulit dipertahankan
Sistem penyaradan dengan traktor menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang besar, terutama sumberdaya tanah dan tegakan tinggal. Penyaradan dengan traktor dibatasi oleh kelerengan dan hanya efektif digunakan pada musim kemarau. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dicarikan alternatif sistem penyaradan yang lain, misalnya dengan sistem kabel (Skyline). Penyaradan kayu dengan sistem skyline hanya efektif digunakan di daerah yang berbukit-bukit dengan potensi pohon per hektar tinggi. Dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan penyaradan kayu dengan sistem kabel lebih kecil bila dibandingkan dengan traktor. Dengan melihat kenyataan ini nampaknya penyaradan dengan sistem kabel menjanjikan untuk diterapkan dalam pengusahaan hutan dewasa ini, khususnya di areal kawasan Hutan Produksi Terbatas.
Penelitian mengenai studi produktivitas penyaradan kayu dengan sistem kabel ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kegiatan penyaradan kayu dengan menggunakan sistem kabel (Skyline) dan menganalisa produktivitas penyaradannya. | id |