| dc.description.abstract | Pembangunan HTI yang direncanakan oleh pemerintah diprioritaskan untuk kondisi lahan hutan yang sudah tidak produktif yaitu hutan rawang, padang alang- alang dan semak belukar. Lahan yang ditanami pada umumnya adalah tanah podsolik merah kuning, dalam kondisi marginal, yang ditandai dengan kahat unsur hara terutama fosfor dan pH yang rendah. Salah satu jenis yang disarankan untuk pembangunan HTI adalah Shorea selanica karena pertumbuhannya yang cepat.
Untuk pembangunan HTI diperlukan bibit dalam jumlah besar dan berkualitas baik sehingga bibit tersebut dapat tumbuh baik di lapangan. Bibit yang berkualitas baik antara lain adalah kokoh, sehat, seragam serta mudah beradaptasi dengan lingkungan baru serta tumbuh baik jika ditanam di lapangan, disamping itu bibit tersebut dapat digunakan sebagai cadangan penyulaman. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bibit adalah dengan pemupukan, inokulasi cendawan mikorhiza dan perlindungan kesehatannya dengan penyemprotan pestisida.
Untuk dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman maka digunakan pupuk fosfor karena manfaat fosfor ini antara lain adalah mempercepat proses potosintesis, mendorong perkembangan akar dan memperkuat batang.
Salah satu jenis mikorhiza yang penting adalah Scleroderma geaster. Jenis mikorhiza tersebut tumbuh di bawah tegakan melinjo dan kadang-kadang ditemukan di bawah tegakan Dipterocarpaceae.
Pengadaan bibit di persemaian, sering mengalami kegagalan berupa serangan penyakit busuk akar (Damping-Off). Pemberantasan Damping-Off di HTI tersebut sering menggunakan fungisida Mankozeb 80%, dengan merek dagang Dithane M- 45. | id |