| dc.description.abstract | nilik IB Bersity
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah serasah, pasir, liat dan kotoran cacing dapat memperbaiki kualitas fisik dan kimia air laut, serta pengaruh pemberian air laut hasil penyaringan tersebut terhadap pertumbuhan semai Sengon.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Silvikultur, Jurusan Manajemen Hutan,
Fakultas Kehutanan IPB selama kurang lebih 6 bulan dimulai dari bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 1997.
Metode penelitian meliputi dua tahap, yaitu penyaringan air laut menggunakan liat, serasah, pasir dan kotoran cacing serta pemberian air laut hasil penyaringan tersebut terhadap semai Sengon.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial 2x2 dalam pola acak lengkap yaitu jenis air laut (faktor A) dan dosis air laut (faktor B). Faktor A meliputi taraf al (air laut disaring) dan a2 (air laut tidak disaring), faktor B meliputi taraf bl (25 ml/tanaman) dan b2 (50 ml/tanaman). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali dan ditambah kontrol.
Susunan saringan terbaik adalah liat, serasah, kotoran cacing dan pasir dengan ketebalan masing-masing 3 cm. Pemberian air laut yang tidak disaring dengan dosis 25 ml/tanaman memberikan rata-rata pertambahan tinggi 4.028 cm atau lebih besar 76.3% daripada kontrol dan rata-rata pertambahan diameter 2.175 mm atau lebih besar 13.7% daripada kontrol.
Disimpulkan bahwa penyaringan dapat menurunkan tingkat kekeruhan dan pH air laut serta berkurangnya kandungan logam berat. Pemberian air laut yang tidak disaring sebanyak 25 ml/tanaman memberikan hasil optimal terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter semai Sengon. | id |