Show simple item record

dc.contributor.advisorSutakaria, Jusup
dc.contributor.advisorS., Sientie Mandang
dc.contributor.authorDadang
dc.date.accessioned2024-04-02T06:06:19Z
dc.date.available2024-04-02T06:06:19Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144782
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian cairan perasan bawang merah yang dapat bersifat sebagai zat anti fungal yang mampu menekan pertumbuhan dan perkembangan penyakit rebah kecambah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Cendawan dan halaman Laboratorium Cendawan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, sejak bulan September hingga bulan Desember 1988. Medium yang digunakan untuk pembiakan cendawan Pythium sp. adalah PDA difco. Cairan perasan bawang merah yang digunakan sebagai uji adalah cairan perasan yang berasal dari lapisan umbi bawang merah yang berwarna merah, lapisan umbi bawang merah yang berwarna putih dan daun bawang merah, masing-masing pada konsentrasi 100, 10-1, 10-2 dan 10-3. Uji yang dilakukan meliputi uji in vitro (pada medium) dan uji in vivo (pada perkecambahan benih ketimun). Pada uji in vitro, pemberian cairan perasan bawang merah yang berasal dari lapisan umbi yang berwarna merah pada konsentrasi 10 memberikan efek penghambatan pada pertumbuhan dan perkembangan Pythium sp., sedangkan pada konsentrasi 10-1, 10-2 dan 10-3 tidak memberikan efek penghambatan yang nyata.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh Zat Anti Fungal Dari Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Perkembangan Penyakit rebah Kecambah Pada Ketimunid
dc.titlePengaruh Zat Anti Fungal Dari Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Perkembangan Penyakit rebah Kecambah Pada Ketimunid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record