| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tingkat konsentrasi garam laut terhadap perubahan beberapa sifat fisik tanah dengan tiga masa inkubasi yang berbeda. Hal ini dilakukan mengingat akan semakin luasnya lahan-lahan pertanian yang terintrusi air laut.
Penelitian ini menggunakan contoh tanah agregat utuh dari Tanah Aluvial Coklat Kekelabuan Jakarta kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm. Garam yang dipergunakan berupa hasil residu penguapan air laut yang diambil dari Teluk Jakarta. Taraf garam yang digunakan adalah 0, 5, 10, 15, 20, dan 25% ESP yang berturut-turut setara dengan 0, 2.46, 8.83, 20.62, 39.76, dan 90.02 g setiap kilogram tanah (BKM). Masa inkubasi yang dilakukan adalah 1, 2, dan 3 bulan. Metode penelitian ini adalah rancangan acak lengkap faktorial.
Dosis garam yang diberikan (0-25% ESP) nyata menurunkan indeks stabilitas agregat tanah pada masa inkubasi 2 bulan. Penurunan indeks stabilitas agregat tanah lapisan atas setelah inkubasi 3 bulan rata-rata dari 75.25 menjadi .42 (stabil menjadi kurang stabil) dan pada lapisan bawah rata-rata dari 40.82 menjadi 26.67 (kurang stabil menjadi tidak stabil). Penurunan indeks stabilitas agregat tanah lapisan bawah lebih lambat disebabkan karena dominasi agregat mikro pada lapisan tersebut. | id |