Show simple item record

dc.contributor.advisorNandika, Dodi
dc.contributor.advisorNawawi, Dedep Sarip
dc.contributor.authorReinisia, Herti Winastuti
dc.date.accessioned2024-04-02T04:04:52Z
dc.date.available2024-04-02T04:04:52Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144765
dc.description.abstractDi Indonesia, banyak jenis kayu yang keawetannya rendah, karena itu untuk meningkatkan keawetannya perlu dilakukan pengawetan dengan bahan yang ramah lingkungan. Salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan adalah khitosan, yang diperoleh dari proses deasetilasi khitin cangkang udang. Khitosan merupakan polimer alami yang tidak beracun, mudah terurai dan tersedia dalam jumlah yang melimpah karena diperoleh dari pengolahan limbah cangkang udang. Di Indonesia, potensi limbah dari industri pengolahan udang cukup besar yaitu berkisar 30% - 75% dari berat udang (Moeljanto, 1984 dalam Usman, 2002). Khitosan memiliki kemampuan bioaktif, polikation alaminya dapat menghambat pertumbuhan jamur patogen seperti Fusarium oxysporum dan Rhizociania solania (El Gaouth et al, 1992 dalam Handayani, 2000). Kemampuan khitosan dalam menghambat pertumbuhan jamur lainnya dilaporkan oleh Handayani (2000), yang mengemukakan bahwa khitosan mampu menghambat pertumbuhan jamur akar putih Schizophyllum commune. Randiana (2000) dalam Usman (2002) juga melaporkan bahwa khitosan dapat menghambat pertumbuhan jamur pewarna Botryodiplodia theobromae Pat. Selain menghambat pertumbuhan jamur, khitosan juga dapat meningkatkan ketahanan kayu sengon dan kayu karet terhadap serangan rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light (Widodo, 2000; Gumilar, 2002). Aplikasi khitosan pada kayu sengon mempunyai nilai kadar air, stabilitas dimensi, kekerasan, keteguhan tekan sejajar serat dan keteguhan rekat kayu yang lebih baik dibandingkan dengan kayu sengon yang tidak diaplikasi khitosan (Usman, 2002). Dengan mengetahui sifat-sifat dan kemampuan khitosan tersebut maka senyawa khitosan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengawet kayu. Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui fiksasi berbagai konsentrasi senyawa khitosan dan pengaruhnya terhadap sifat fisis kayu tusam (Pinus merkusii Jungh et de Vr.). Uji fiksasi khitosan dilakukan berdasarkan standar AWPA E11-97 dengan menggunakan teknik analisis FTIR (Fourier Transform InfraRed). Pengujian sifat fisis kayu tusam meliputi kadar air, kerapatan, penyusutan, absorpsi, retensi dan distribusi, serta tekstur, warna, dan kilap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khitosan yang diaplikasikan pada kayu tusam masih dapat tercuci. Jumlah unit gugus penyusun khitosan (gugus amida dan gugus hidroksil) yang tercuci berbeda untuk setiap konsentrasi khitosan. Pada konsentrasi 2% rata-rata khitosan yang tercuci lebih dari 50%, sedangkan pada konsentrasi 4% khitosan yang tercuci kurang dari 50%. Pada konsentrasi 6% jumlah yang tercuci semakin sedikit. Berdasarkan dari waktu fiksasinya (4 hari dan 14 hari) jumlah unit gugus penyusun khitosan yang tercuci semakin sedikit seiring dengan...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKayuid
dc.titleFiksasi senyawa khitosan pada berbagai konsentrasi dan pengaruhnya terhadap sifat fisis kayu tusam(pinus merkusii jungh et de Vr.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record