Show simple item record

dc.contributor.authorYenisbar
dc.date.accessioned2010-05-07T01:35:22Z
dc.date.available2010-05-07T01:35:22Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14436
dc.description.abstractApokat adalah tanaman buah penting di dunia, dan produksi buah apokat Indonesia menduduki peringkat ke-2 di dunia. Tanaman spokat bukan asli Indonesia; keragaman genetiknya sangat terbatas. Keragarnan genetik dapat diinduksi secara fisik dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh EMS terhadap pertumbuhan biak suspensi embriogenik apokat serta me~gevaluaski eragaman tanaman yang diregenerasi dari biak terse but. Biak embriogenik diinduksi dari paruh ovul yang di ddamnya terdapat embrio sigotik yang diambil dari buah muda dari pohon yang tumbuh di daerah Ciloto, Kabupaten Cianjur dm Tapas, Kabupaten Bogor. Embrio sigotik ditanarn pada medium induksi yang berisi garam formulasi I35 dan zat pengatur tumbuh picloram 1 mg/l dan membentuk massa proembrionik (MPE) atau embrio sekunder (ES) 8-41 hari. MPE dan atau ES selanjutnya diperbanyak dm dipelihara pada medium semi solid dengan forrnulasi garam MS diperkaya dengan 1 mg/l picloram. MPEJES yang turnbuh cepat pada medium pemeliharaan diperbanyak dalam medium pemeliharaan cair (MS3:lP) untuk mempercepat perbanyakan biak embriogenik. Biak em briogeni k dari suspensi selanjutnya digunakan sebagai jaringan target untuk mutagenesis dengan EMS. Satu seri perlakuan mutagenesis dengan EMS pada konsentrasi dicobakan pada biak embriogenik. Perlakuan tanpa EMS rnerupakan kontrol perturnbuhan (dosis proliferasi loo%, DPlOO), sedang pada konsentrasi EMS tinggi menyebabkan kematian dm tanpa pertumbuhan (dosis proliferasi 0%, DPO). Pada setang konsentrasi antara 0-1% EMS, respon pertumbuhan suspensi biak embriogenik apokat telah linear dan berbanding terbalik dengan DPSO pada konsentrasi 0,6% dm DP75 pa& k o n s e n ~0i, 4%. DP 0, DPSO dan DP75 selanjutnya dipakai sebagai dosis rnutagenesis biak embriogenik beberapa galur biak embriogenik. Biak embriogenik yang telah dimutagenesis dipelihara selarna 2 minggu di medium pemeliharaan cair dan selanjutnya diregenerasi kan menjadi tanaman melalui tahap pembentukan embrio, pengecarnbahan embrio (pembentukan tunas) dan mihografting untuk mendorong pertumbuhan tunas. Dari 2073 buah embrio yang dihasilkan, beberapa berhasil membentuk tunas. Dari tunas yang terbentuk diperoleh 1 23 tanaman yang telah dirnikrografting. AnaIisa morfologi dan anatomi daun tanaman regeneran baik dari biak tanpa mutagenesis (kontrol) maupun dari biak yang dimutagenesis (mutan putatif) menunjukkan perberkdaan yang nyata antara kontrol dan plakuan pada karakter tinggi planlet, jurnlah dam, jumlah stomata, tebal daun.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleInduksi mutasi dengan ems meningkatkan keragaman genetik apokat (Perseu umericana MILL.)id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record