Peta iso-eroden bali dan nusa tenggara
Abstract
Penelitian yang disajikan dalam tulisan ini bertujuan untuk membuat peta isoeroden, yaitu suatu peta yang menggambarkan garis-garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai indeks erosi hujan yang sama di daerah Bali dan Nusa Tenggara.
Data hujan tahun 1879 1941 digunakan sebagai data utama sedangkan data hujan tahun 1951 1980 sebagai data tambahan. Data tersebut dihimpun dari Badan Meteorologi dan Geofisika di Jakarta. Indeks erosi hujan dari setiap stasiun dihitung dan dipetakan pada peta dasar yaitu peta topografi yang diperoleh dari Jawatan Topografi TNI Angkatan Darat yang berskala 1 1000 000. Penarikan garis-garis iso-eroden dilakukan dengan metoda interpolasi linier serta memperhatikan topografi wilayah yang bersangkutan.
Nilai indeks erosi R dari 457 hingga 4587, dengan nilai rata-rata 1000 2500.
Potensi erosi di daerah pegunungan seperti Baturiti, Besakih, Tambora, Ranggu, Ruteng, dan Lelogama relatif tinggi, karena selain berindeks erosi R tinggi juga berlereng cukup curam. Sebaliknya di Pantai utara dan selatan Bali, Lombok utara dan selatan, Sumbawa dan Sumba bagian tengah, dan Timor bagian barat memiliki
potensi erosi yang tidak begitu tinggi, sedangkan Daerah Lombok, Kubu, Seririt, Selong, Waipukang, dan Waingapu selain mempunyai topografi yang datar, juga mempunyai nilai indeks erosi hujan R yang rendah sehingga
kemungkinan terjadinya erosi di daerah ini lebih kecil
dibandingkan dengan daerah lainnya.
