Show simple item record

dc.contributor.advisorSudaryanto
dc.contributor.advisorHariadi
dc.contributor.authorMulyana, Dede
dc.date.accessioned2024-03-27T01:13:36Z
dc.date.available2024-03-27T01:13:36Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143712
dc.description.abstractHutan produksi yang lebih kurang 64 juta Ha, tidak semata-mata dipungut kayunya saja, melainkan dapat juga dipungut hasil, hutan lainnya seperti; arang, rotan, tengkawang, gondorukem, damar, kopal, minyak kayu putih, terpentin dan lain sebagainya. Pada tahun 1988 ekspor hasil hutan non-kayu memberikan sumbangan devisa negara sebesar US $ 282,306,062 dengan jumlah produksi 176 792 ton, dari besarnya hasil produksi di atas tersebut, banyaknya produksi minyak kayu putih selama tahun 1988/1989 yang diekspor adalah sebesar 207 822 liter. (Departemen Ke- hutanan, 1989) Minyak kayu putih walaupun harganya relatif rendah dibanding minyak atsiri lainnya, tetapi masih tetap merupakan hasil yang perlu diperhatikan, hal tersebut mengingat konsumen minyak kayu putih semakin meningkat baik di dalam maupun di luar negeri. Minyak kayu putih banyak digunakan sebagai obat gosok, obat masuk angin, obat sakit perut, insektisida, wangi-wangian dan lain sebagainya....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcStudi efisiensi ekonomi produksi minyak kayu putih di pabrik penyulingan Cipangulah RPH Cinangka BKPH Cikampek KPH Purwakarta Perum Perhutani Unit III Jawa Baratid
dc.titleStudi efisiensi ekonomi produksi minyak kayu putih di pabrik penyulingan Cipangulah RPH Cinangka BKPH Cikampek KPH Purwakarta Perum Perhutani Unit III Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record