Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Emir A
dc.contributor.advisorSoejoedono, Rosa
dc.contributor.authorWahid, Munarsil
dc.date.accessioned2024-03-26T06:47:50Z
dc.date.available2024-03-26T06:47:50Z
dc.date.issued1983
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143615
dc.description.abstractRabies merupakan penyakit zoonosis disebabkan oleh virus, berukuran 75 x 180 nm (1 nm 10-9 meter). Virus rabies dikelompokkan kedalam virus rhabdo, berbentuk peluru, tersusun dari asam inti ribo (RNA), karbohidrat, protein dan lemak. Virus rabies peka terhadap pelarut lemak seperti ether, alkohol, sabun dan deterjen. Meskipun seluruh hewan berdarah panas peka terhadap rabies, namun hewan reservoir dan penyebar utama rabies di Indonesia yaitu anjing, kucing dan kera. Rabies merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui luka gigitan dan dikenal dengan nama lain penyakit anjing gila. Rabies pada manusia berakibat fatal karena virus menyerang otak dan biasanya akan berakhir dengan kematian penderita. Pada air ludah anjing virus bisa ditemukan 3 7 hari sebelum gejala rabies tampak. Di Indonesia rabies merupakan penyakit zoonosis penting. Hal ini disebabkan meningkatnya kasus rabies dari tahun ke tahun. Usaha pencegahan dan pemberantasan semangkin ditingkatkan, namun daerah tertular maupun daerah tersangka masih cenderung meluas. Penelitian dengan mengambil contoh 29 responden ibu rumah tangga pemilik anjing yang menjadi warga RK-V, Desa Babakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Data di- kumpulkan melalui wawancara mempergunakan daftar pert nyaan kepada ibu rumah tangga tersebut. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengetahuan dan sikap masyarakatpemilik anjing di daeah perumahan kampus IPB darmaga, terhadap rabiesid
dc.titlePengetahuan dan sikap masyarakatpemilik anjing di daeah perumahan kampus IPB darmaga, terhadap rabiesid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record