Show simple item record

dc.contributor.advisorSofyan, Kurnia
dc.contributor.authorFauza, Indra
dc.date.accessioned2024-03-26T06:16:26Z
dc.date.available2024-03-26T06:16:26Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143572
dc.description.abstractDalam sistem produksi pulp, ketersediaan bahan baku serpih (chips) dalam jumlah besar dan kualitas yang memenuhi standar merupakan komponen yang sangat penting. Ada dua alternatif dalam pengadaan chips. Pertama, pabrik pulp membeli chips dari perusahaan lain yang khusus memproduksi chips. Kedua pabrik pulp tersebut membuat sendiri chips dengan mendatangkan kayu dari luar pabrik. Kayu dapat diperoleh dari kawasan hutan milik perusahaan sendiri atau membeli kayu masyarakat. PB U PT. Riau Andalan Pulp And Paper (Riau Pulp) adalah salah satu produsen Bleached Hardwood Kraft (BHK) Pulp dengan kapasitas terpasang awal sebesar 750 ribu ton per tahun. Kapasitas ini akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 1.5 juta ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku serat PT. RAPP telah memperoleh izin konsesi HPHTI seluas 270 ribu hektar di Propinsi Riau untuk ditanami dengan jenis Acacia mangium sebagai bahan baku serat jangka panjang. Sementara ini. pemenuhan kebutuhan serat diperoleh dari Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) hutan alam konsesi tersebut serta membeli kayu milik masyarakat. Permasalahan muncul ketika lokasi pabrik tidak berada dekat dengan sumber bahan baku antara lain kelancaran transportasi. Kelancaran transportasi akan mempengaruhi keseimbangan antara jumlalı pasokan kayu dan kebutuhan perusahaan. Hal ini akan menjamin kontinuitas produksi chips Ketidakpastian kelancaran transportasi dapat diatasi dengan melakukan penimbunan kayu. Faktor dominan yang mempengaruhi kelancaran transportasi di PT. RAPP adalah cuaca dan masalah sosial. Dalam menjalankan tanggung jawab menangani Kayu dan memproduksi chips, PT. RAPP membuat Departemen Woodyard. Departemen Woodyard dibagi menjadi Unit Persediaan Kayu (Wood Supply) dan Unit Pengolahan (Processing). Koordinasi kedua unit ini sangat penting dalam kelancaran operasional Departemen Woodyard secara keseluruhan. Setelah berjalan sejak tahun 1995. persoalan manajemen dan teknis penanganan Kayu dan sistem produksi chips terus dicarikan format operasional yang lebih baik sesuai dengan perkembangan sumber daya manusia, bahan baku dan teknologi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestry productsid
dc.subject.ddcWood chipsid
dc.titleStudi penanganan kayu penghara dan sistem produksi chips di Departemen Woodyard PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) Pangkalan Kerinci, Propinsi Riauid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record