Show simple item record

dc.contributor.advisorToelihere, Mozes R
dc.contributor.authorGunawardhani, Yulia Sri
dc.date.accessioned2024-03-26T04:17:17Z
dc.date.available2024-03-26T04:17:17Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143531
dc.description.abstractTeknik transfer embrio merupakan suatu cara untuk meningkatkan mutu genetik dan populasi ternak. Dalam usaha mencari teknik yang efisien dan ekonomis, metode pembekuan embrio menjadi alternatif yang sangat bermanfaat pada saat ini. Pembekuan embrio pada dasarnya merupakan aplikasi dari pembekuan sel. Ada dua faktor yang mempengaruhi daya tahan embrio selama proses pembekuan yaitu pembentukan kristal es dan terkonsentrasinya zat-zat terlarut intraseluler. Molekul air di dalam sel embrionik berubah menjadi kristal es yang cukup besar; bersamaan dengan itu konsentrasi zat-zat terlarut intraseluler menjadi lebih tinggi sehingga embrio dapat rusak dan kualitasnya menurun. Embrio yang mengalami pembekuan mendapat perlindungan dari larutan krioprotektan. Penambahan dan penyingkiran krioprotektan sebelum pembekuan dan sesudah thawing dilakukan secara bertahap untuk menghindari shock karena perbedaan tekanan osmotik akibat proses dehidrasi dan rehidrasi melalui dinding sel.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh pembekuan dan thawing terhadap kualitas embrioid
dc.titlePengaruh pembekuan dan thawing terhadap kualitas embrioid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record