Show simple item record

dc.contributor.advisorRumawas, Indrawati
dc.contributor.authorIsnandar, Achmad Tjatur
dc.date.accessioned2024-03-26T02:23:06Z
dc.date.available2024-03-26T02:23:06Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143451
dc.description.abstractPenyakit pes atau penyakit sampar merupakan salah satu penyakit zoonosis yang paling banyak menimbulkan masalah dan perlu ditanggulangi (Sub. Dit. Zoonosis Dit. Jen. P3M. Depkes.). Daya tular dan kematian yang sangat tinggi oleh penyakit pes, maka bersama-sama dengan kholera, cacar dan demam kuning diklasifikasikan sebagai penyakit karantina untuk manusia oleh International Health Regulation (1969). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, rodensia secara alami bertindak sebagai host primer dan kutu merupakan satu-satunya arthropoda yang diketahui menularkan pes di alam. Penyebaran penyakit pes seperti juga rodensia yang menyebar hampir pada setiap bagian dunia yang tidak dihuni maupun yang dihuni oleh manusia. Pertama kali masuk di Indonesia (Jawa) pada tahun 1910 melalui pelabuhan laut di Surabaya. Di Indonesia mulai tahun 1910 sampai tahun 1960 wabah penyakit pes telah banyak menimbul- kan korban kematian pada manusia (Roiser, 1939; Karamoy Warouw, 1959 dan Theunissen et al., 1973). ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcTinjauan epidemotologi dan pengendalian wabah pes di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengahid
dc.titleTinjauan epidemotologi dan pengendalian wabah pes di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengahid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record