Show simple item record

dc.contributor.advisorAchjadi, R. Kurnia
dc.contributor.authorSetiadi K., M. Agus
dc.date.accessioned2024-03-26T02:17:21Z
dc.date.available2024-03-26T02:17:21Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143446
dc.description.abstractKerugian ekonomi akibat gangguan reproduksi merupakan hambatan paling besar dalam rangka peningkatan populasi ternak. Gangguan reproduksi dapat diakibatkan oleh faktor penyakit, gangguan hormonal dan kesalahan dalam manajemen. Anestrus merupakan salah satu gangguan reproduksi yang ditandai dengan tidak adanya gejala berahi, dan merupakan manifestasi dari berbagai kondisi yang saling berinteraksi, baik faktor uterus, abnormalitas ovari maupun faktor lingkungan itu sendiri. Kegagalan berahi dapat berupa tidak. timbulnya berahi yang bersifat permanen atau anestrus nyata maupun berupa berahi tenang (Silent heat). Kejadian anestrus pada ternak kerbau dapat mencapai 71 persen (Chauhan, Mgongo dan Kessy, 1984), secara hormonal karena kadar Estrogen dan Progesteron pada ternak kerbau 10 kali lebih rendah dibandingkan dengan pada sapi dan keadaan ini pula yang menyebabkan manifestasi berahi yang rendah (Wani, 1980).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcTinjauan Kemungkinan Kejadian Anestrus Pada Ternak Kerbau Suatu Studi Kasus di Wilayah Dinas Peternakan Daerah Tingkat II Kabupaten Tanggerangid
dc.titleTinjauan Kemungkinan Kejadian Anestrus Pada Ternak Kerbau Suatu Studi Kasus di Wilayah Dinas Peternakan Daerah Tingkat II Kabupaten Tanggerangid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record