Show simple item record

dc.contributor.advisorPrawiradosastra, Sunarya
dc.contributor.authorAdi, Anak Agung Ayu Mirah
dc.date.accessioned2024-03-26T01:48:06Z
dc.date.available2024-03-26T01:48:06Z
dc.date.issued1986
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143419
dc.description.abstractPyometra adalah suatu penyakit dalam organ reproduksi anjing betina, yang ditandai oleh pengumpulan nanah dalam lumen uterus. Sering ditemukan pada anjing betina yang telah dewasa kelamin. Anjing yang lebih tua mempunyai peluang yang lebih besar untuk terkena, sedangkan ras dari anjing tidak berpengaruh terhadap kerentanan. Penyebab utama dari pyometra adalah ketidak seimbangan sistem hormonal, terutama hormon progesteron dan estrogen. Hampir pada setiap kasus pyometra ditemukan korpus luteum persisten dan kista korpus luteum pada ovariumnya. Keadaan ini menyebabkan hormon progesteron yang dihasilkan meningkat sehingga terjadi stimulasi uterus secara terus menerus. Bakteri bukan penyebab utama dari pyometra, tetapi merupakan infeksi sekunder yang memperburuk keadaan. Keadaan dan kelainan-kelainan pada uterus dan ovarium juga merupakan faktor yang mempermudah terjadinya pyometra. Secara umum dikatakan bahwa pyometra adalah penyakit pada periode estrus dan berkembang dalam waktu 1 sampai 12 minggu sejak estrus terakhir. Gejala klinis muncul 5 sampai 90 hari sesudah berahi. Berdasarkan gejala klinis di- kenal dua bentuk pyometra, yaitu pyometra bentuk klinis dan bentuk subklinis. Bentuk klinis menunjukkan gejala yang umum bisa diamati seperti: Polyuria, Polydipsia, anorexia, muntah-muntah, pembesaran abdomen dan kelemahan. Disamping itu dikenal juga pyometra bentuk terbuka dan bentuk tertutup, yang digolongkan berdasarkan ada tidak- nya vaginal discharge. Sedangkan jika ditinjau dari sta- dium penyakit, morfologi dan perubahan histologi dikenal empat bentuk pyometra. Gambaran darah penderita pyometra menunjukan keadaan Neutrofilia leukositosis. Terjadi anemia yang bersifat normocytic dan normochromic. Extra medullary myellovoie- sis terjadi karena pada kasus pyometra diperlukan neutro- fil dalam jumlah besar. Mortalitas dari pyometra cukup tinggi, jika tidak ditanggulangi dengan serius. Ovariohysterectomy merupakan cara penanganan yang paling efektif.. Tetapi jika uterus hendak dipertahankan, ada beberapa pilihan terapi yang bisa disesuaikan dengan keadaan hewan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAspek Klinik dan terapi Pyometra Pada Anjing Suatu Tinjauan Pustakaid
dc.titleAspek Klinik dan terapi Pyometra Pada Anjing Suatu Tinjauan Pustakaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record