Show simple item record

dc.contributor.advisorRumawas, Willy
dc.contributor.authorTjahjaningsih, Fenny
dc.date.accessioned2024-03-26T01:42:48Z
dc.date.available2024-03-26T01:42:48Z
dc.date.issued1986
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143413
dc.description.abstractErosi Lambung Otot adalah penyakit yang banyak menyerang ayam dengan derajat kematian yang tinggi. Penyebab utama Erosi Lambung Otot adalah defisiensi vitamin K, defisiensi vitamin B-6, defisiensi vitamin B-12, defisiensi chick gizzard factor, keracunan mineral seperti Cu dan Cd, aktifitas histidin-histamin, dan gizzerosine. Sedangkan penyebab aspesifiknya adalah myco toksin, alfalfa kering atau segar, tepung gandum, obat anti koksidia, asam-asam lemak dan anti oksidan. Gejala klinis yang terlihat pada penyakit ini adalah diare, kadang-kadang keluar cairan hitam dari paruh, pertumbuhan terhambat, lesu, nafsu makan berkurang, dehidratasi, mengantuk, bulu kusut, pada ayam yang sedang tumbuh terjadi perkembangan pial yang tidak normal dan sering disertai banyak kematian. Perubahan pasca mati yang dapat dilihat pada penyakit ini adalah adanya cairan hitam dalam lambung otot sampai ke tembolok, erosi, ulkus dan fissura yang menyebar di sepanjang lapisan tanduk lambung otot bahkan sampai ke lapisan yang lebih dalam. Juga terdapat penebal an kekasaran, dan bercak-bercak nekrosa pada lapisan tanduk lambung otot. Perubahan mikroskopik yang terlihat pada penyakit ini adalah hipertrofi sel epitel mukosa, pengelupasan sel-sel epitel sampai ke lapisan koilin, reaksi peradangan, hiperplasia sel epitel kelenjar lambung, nekro- sa dan regenerasi sel-sel pada lapisan tanduk lambung otot.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcErosi Lambung Ototid
dc.titleErosi Lambung Ototid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record