| dc.description.abstract | Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah salah satu tempat dimana paku- pakuan, epifit dan palem dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. TNGGP memiliki ekosistem hutan yang hampir sempurna dan habitat yang baik bagi berbagai jenis tumbuhan. Tak dapat disangkal keberadaan dari jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup di dalamnya merupakan salah satu ciri bagi keberadaan TNGGP. Potensi dari tumbuhan ini juga merupakan daya tarik pengunjung, berupa bentuk, kekhasan, keunikan, keanekaragaman dan lain-lain. Dari segi ekonomi, beberapa jenis tersebut mempunyai nilai jual terutama dari segi estetika.
Kondisi keanekaragaman jenis tumbuhan di TNGGP khususnya jenis non kayu belum banyak diketahui, padahal pengetahuan ini sangat diperlukan bagi upaya konservasinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis tumbuhan non kayu (paku, palem dan epifit) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga bagi manajemen TNGGP, khususnya dalam pengambilan kebijakan konservasi tumbuhan non kayu.
Penelitian dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (resort Cibodas dan resort Selabintana) selama 2 bulan yaitu dari bulan April sampai bulan Mei 2001.
Pengamatan di lapangan dilakukan dengan analisis vegetasi dan metode yang digunakan adalah metode jalur berpetak dengan ukuran 20 x 200 meter yang jumlah masing-masing lokasi sebanyak 5 jalur dan jarak antar jalur 20 meter. Jalur-jalur yang ada dibagi menjadi petak-petak kecil berukuran 20 x 20 meter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di resort Cibodas terdapat 30 jenis paku, 61 jenis epifit dan 4 jenis palem dan di resort Selabintana terdapat 22 jenis paku, 43 jenis epifit dan 9 jenis palem.
Indeks nilai penting (INP) tumbuhan non kayu di resort Cibodas untuk jenis paku diperoleh bahwa Athiryum refandum merupakan jenis yang dominan dengan nilai INP tertinggi (55,199%), jenis epifit didominasi oleh Asplenium nidus dengan nilai INP tertinggi (29,142%), jenis palem yang dominan yaitu rotan bungbuai (Plectomia elongata) memiliki INP tertinggi (80,460%) dan di resort Selabintana diperoleh paku rane (Selaginella sp.) yang dominan dengan nilai INP tertinggi (55,850%), jenis epifit yang dominan paku ular (Aglaomorpha heraclea) memiliki INP tertinggi (36,992%) serta jenis palem dominan adalah palem bingbin (Pinanga cronata) dengan nilai INP tertinggi (75,021%).
Hasil perhitungan percent similarity (PS) untuk kelimpahan jenis di resort Cibodas diperoleh untuk jenis paku Athiryum refandum memiliki nilai kelimpahan tertinggi dengan nilai PS=37,839%,... | id |