| dc.description.abstract | Salah satu tujuan inventarisasi hutan adalah untuk menghimpun informasi tentang kuantitas dan kualitas pohon-pohon di hutan serta berbagai karakteristik tempat tumbuhnya yang pada umumnya lebih menitikberatkan pada pengumpulan informasi mengenai potensi tegakan. Informasi ini perlu diketahui oleh pengelola hutan dalam rangka untuk mengetahui berapa besar potensi hutan yang dapat dihasilkan untuk memasok industri perkayuan yang ada.
Untuk menghitung potensi tegakan ini, diperlukan suatu metode pendugaan volume batang
yang tepat yang disusun 'berdasarkan bentuk batang yang sering disebut persamaan taper. Persamaan taper dinyatakan dalam hubungan antara diameter batang relatif dengan tinggi batang relatif.
Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model penduga volume batang yang akurat berdasarkan integrasi persamaan taper (tahap penyusunan model) dan mendapatkan gambaran tentang performansi model penduga volume ditinjau dari bias, ketelitian, dan ketepatan (tahap validasi model).
Penelitian ini bertitik telak dari tiga hipotesis yang menyatakan: 1) Persamaan taper dapat disusun berdasarkan hubungan antara diameter batang relatif dengan tinggi batang relatif. 2) Volume batang sampai tinggi tertentu dapat diduga dengan menggunakan model integrasi persamaan taper. 3) Penduga volume batang terbaik akan menunjukkan performansi terbaik pada tahap validasi model.
Data pohon contoh yang diambil merupakan data sekunder hasil pengukuran terhadap 93 pohon Gmelina arborea. Pengambilan contoh dilakukan secara purposive dengan pertimbangan sebaran diameter pohon. Beberapa karakteristik pohon yang diukur antara lain diameter setinggi dada (dbh), diameter ujung seksi (Dp), diameter pangkal seksi (Du), dan panjang seksi (P). Data tersebut dibagi menjadi 2 kelompok data 'yaitu penyusunan model (60 pohon) dan validasi model (33 pohon). Jumlah persamaan taper yang disusun ada 6 dengan menggunakan peubah tak bebas (d/D) dan (d/D)2 serta peubah bebas (h/H), (h/H)², dan (h/H).
Dari hasil analisis regresi, persamaan 3 terpilih sebagai persamaan terbaik dengan bentuk (d/D)=0.881+0.654(h/H)-2.15(h/H)²+1.17(h/H)³. Nilai R² adj, s, dan PRESS yang dihasilkan berturut- turut 59.2%, 0.1154, dan 3.62. Hasil analisis regresi di atas menunjukkan bahwa Radj yang dihasilkan relatif kecil yang berarti tingkat keeratan hubungan antara peubah bebas dan tak bebas kurang bagus. Untuk itu perlu dibuang beberapa pengamatan yang dianggap berpengaruh (tidak mengikuti pola dominan data lainnya). | id |