Show simple item record

dc.contributor.advisorSabihan, Supiandi
dc.contributor.advisorSuwarno
dc.contributor.authorAini, Fitri Khusyu
dc.date.accessioned2024-03-21T06:28:01Z
dc.date.available2024-03-21T06:28:01Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142813
dc.description.abstractKalium merupakan unsur yang cepat hilang dari tanah gambut karena unsur ini terikat lemah pada tapak jerapan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan nilai pH terhadap erapan maksimum K pada tanah gambut pedalaman dan gambut pantai. Contoh tanah yang digunakan adalah tanah gambut dari Samuda dan Berengbengkel, Kalimantan Tengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa meningkatnya pH mengakibatkan meningkatnya erapan maksimum K pada tanah gambut pantai. Erapan maksimum K pada pH ZPC-0.25, PH ZPC, PH ZPC+0.25, PH ZPC+0.5 dan pada tanah tanpa perlakuan berturut-turut adalah 1580.09, 2722.09, 3495.92, 5843.19, dan 4183.25 µg/g. Pengaruh perubahan pH pada erapan K bersifat tidak nyata pada taraf K 200 ppm, tetapi bersifat sangat nyata pada taraf K 300 ppm, dan bersifat nyata pada taraf K 400 ppm Erapan maksimum K pada tanah gambut pedalaman saprik pada pH ZPC-0.25, PH ZPC, PH ZPC+0.25, PH ZPC+0.5, dan tanah tanpa perlakuan berturut-turut adalah 2733.17, 2292.11, 2812.00, 5172.41 dan 5138.89 µg/g. Peningkatan nilai pH sebesar 0.25 satuan dan 0.5 satuan di atas pH ZPC menaikkan erapan maksimum K. Erapan ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleErapan kalium dalam tanah gambut Kalimantan Tengah pada beberapa nilai pH tanahid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record