Induksi abortus dan kelahiran pada sapi sebagai alasan pengobatan
Abstract
Reproduksi atau perkembangbiakan adalah suatu kemewahan fungsi tubuh yang secara fisiologis tidak vital bagi kehidupan individual, tetapi sangat penting bagi kelanjutan keturunan suatu jenis atau bangsa hewan. Pada hewan ternak, peningkatan reproduksi diarahkan untuk kelestarian jenisnya, peningkatan kwantitas produk, dan peningkatan mutu keturunan.
Kebuntingan adalah suatu proses fisiologis yang kompleks dimana selama periode ini sel tunggal hasil persatuan antara sel telur dengan sel spermatozoa membagi diri dan berkembang sampai menjadi individu yang sempurna. Oleh karenanya adanya gangguan selama periode ini merupakan hal yang serius bagi kelangsungannya
Abortus dapat terjadi karena faktor penyebab yang bersifat infeksius yaitu bakteri, virus, jamur, protozoa dan faktor non-infeksius antara genetis, keracunan bahan kimia atau obat-obatan, defisiensi makanan, faktor fisik dan hormonal. Disamping itu faktor kesengajaan oleh manusia untuk tujuan terapeutik dan ekonomis.
Induksi abortus dilakukan untuk menggagalkan kebuntingan yang terjadi pada berbagai fase kebuntingan. Induksi abortus dapat dilakukan untuk menggagalkan kebun- tingan yang terjadi pada sapi betina setelah kawin dengan pejantan yang mempunyai sifat yang kurang baik. Kebun tingan pada sapi-sapi muda yang menurut perhitungan akan terjadi distokia sewaktu melahirkan juga harus diakhiri dengan cara induksi abortus.
Induksi abortus juga dilakukan pada kondisi patologi kebuntingan misalnya mummifikasi fetus, maserasi fetus, hidramnion dan hidrallantois. Tujuannya untuk memperpendek kebuntingan yang tidak berguna serta menghindari terjadinya komplikasi yang membahayakan hewan induk. Induksi kelahiran pada kebuntingan tua juga merupakan cara untuk menyelamatkan anak dari suatu penyakit, atau pada kasus induk yang kurang dewasa. Induksi abortus dan kela hiran dapat digunakan untuk menyelamatkan sapi atau anak sapi pada beberapa kasus trauma retikuloperitonitis, penyakit kardiovaskuler, dan bronchopneumonia…dst
