View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi tentang tingkah laku perkawinan dan anatomi alat kelamin jantan itik, entog dan hasol perkawinan silangnya

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (11.94Mb)
      Date
      1989
      Author
      Evalinda
      Sigit, Koeswinarning
      Hutabarat, Fittor H.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pada unggas air misalnya itik, entog, angsa dan sebagainya mempunyai penis (falus) yang berkembang berbentuk spiral, sedang pada unggas darat misalnya ayam mempunyai penis yang rudimenter. Perbedaan ini diduga sesuai dengan lingkungan hidup unggas air, dimana perkawinan cenderung terjadi didalam air. Perkawinan antar spesies pada umumnya menghasilkan keturunan yang mandul. Sebagai contoh, perkawinan silang antara itik dengan entog menghasilkan keturunan yang disebut dengan beberapa nama yaitu mandalung, serati, tongki dan beranti, juga mandul. Testis merupakan organ yang diperkirakan sebagai penyebab kemandulan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai tingkah laku perkawinan dan gambaran anatomi alat kelamin jantan unggas air terutama itik dan entog sebagai tetua dan mandalung sebagai turunannya. Perkawinan pada unggas air terdiri dari tiga tahap yaitu pre-kopulasi, kopulasi dan post-kopulasi. Pre- kopulasi diawali dengan gerakan mandi dan seperti mandi serta menyelam untuk membersihkan diri. Setelah pejantan mulai berahi, ia akan mendekati betina dan berusaha untuk menguasainya. Si betina berusaha untuk menghindar sehingga terjadi pengejaran oleh pejantan. Apabila betina berhasil dikuasai, pejantan mematuk tengkuk betina sambil menaiki betina. Pada tahap kopulasi penis dimasukkan dari samping kiri dengan menguakkan ekor betina ke samping kanan. Post- kopulasi pejantan kembali melakukan gerakan mandi dan seperti mandi serta ményelam. Pejantan naik ke darat dan mengepakkan sayapnya seperti menunjukkan kemenangan. Perkawinan pada unggas air ternyata cenderung terjadi di darat. Dengan demikian falus yang berkembang tidak berkaitan dengan tempat berlangsungnya perkawinan. Tingkah laku perkawinan antara itik dengan entog secara umum sama dengan tingkah laku perkawinan antara itik dengan itik. Hanya saja pada entog jantan terlihat sikap sadistis dalam perkawinan. Pemakaian entog betina sebagai pemancing dapat mempercepat proses perkawinan antara entog jantan dengan itik betina…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142081
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository