Progesteron dan peranannya dalam sinkronisasi estrus pada domba
View/ Open
Date
1989Author
Prihyanto, Budi
Djojosudarmo, Soeharto
Taurin, M. Buyung
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menghetahui sampai sejauh mana keefektifan dan kebaikan penggunaan progesteron untuk penyerentakan berahi terhadap domba dibandingkan dengan penggunaan preparat prostaglandin.
Mendeteksi berahi pada domba cukup sulit dibandingkan dengan sapi. Tanda-tanda estrus pada domba tidak begi tu nyata, maka untuk mencari domba yang sedang estrus di- pergunakan pejantan pengusik.
Penyerentakan berahi adalah siklus estrus yang dirubah pada sekelompok hewan betina hingga terjadi berahi se cara bersamaan dengan selang waktu 2 sampai 3 hari (Hafez 1980). Faktor yang penting dalam penyerentakan berahi dan ovulasi pada domba meliputi, pemilihan hormon serta dosis pemakaian, metode yang digunakan, keadaan musim kawin, makanan, pejantan dan waktu atau saat yang tepat dalam me- laksanakan perkawinan (Lamond, 1964).
Progesteron adalah preparat hormonal yang sering dipergunakan dalam pemakaian penyerentakan berahi dengan daya kerja mengadakan negatif feedback terhadap LH (Luteini zing Hormone), sehingga LH akan terhambat sekresinya dan terhambat pula pematangan dan pelepasan folikel de graaf. Progesteron dikenal juga sebagai hormon pemelihara kebun- tingan. Secara umum penggunaan progesteron untuk penyeren takan berahi adalah dengan sponge dengan cara intra vagi- nal, diselipkan dalam vagina selama 12 sampai 14 hari de- ngan maksud untuk mengatasi semua siklus estrus (Shelton dan Moore, 1967; Shelton dan Robinson, 1967 dalam Crigh- ton, 1978), sehingga perlakuan cukup satu kali. Preparat lain yang sering dipergunakan untuk penyerentakan berahi adalah preparat prostaglandin dengan daya kerja melisis- kan korpus luteum. Prostaglandin hanya bekerja pada phase luteal, sedangkan yang masih dalam phase folikel tidak terjangkau, sehingga perlakuan dengan prostaglandin harus,…dst
