Show simple item record

dc.contributor.advisorSyafii, Wasrin
dc.contributor.advisorPriadi, Trisna
dc.contributor.advisorSyahidah, Syahidah
dc.contributor.authorZalsabila, Ainun
dc.date.accessioned2024-03-17T23:34:00Z
dc.date.available2024-03-17T23:34:00Z
dc.date.issued2024-03-13
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141993
dc.description.abstractRayap tanah adalah organisme perusak kayu yang umumnya ditemukan menyerang material berbahan dasar kayu. Rayap ini sangat merugikan karena merusak komponen bangunan dan rumah serta produk kayu lainnya. Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan kayu dari serangan organisme perusak adalah dengan pengawetan kayu. Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) merupakan tumbuhan tropis yang banyak ditemukan di daerah pesisir Indonesia. C. inophyllum dikenal sebagai sumber yang kaya akan zat ekstraktif yang dianggap berpotensi sebagai pengawet kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar zat ekstraktif kulit batang C. inophyllum, menganalisis aktivitas ekstraktif kulit batang C. inophyllum terhadap rayap tanah, dan mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung di dalam zat ekstraktif kulit batang C. inophyllum yang bersifat toksik terhadap rayap tanah Coptotermes curvignathus. Serbuk kulit batang C. inophyllum diekstraksi secara berurutan dengan menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol dengan metode maserasi. Pengujian antirayap dilakukan dengan menggunakan paper disc method dengan dua cara yaitu no-choiche dan two choice-test. Kertas uji Whatman berdiameter 20 mm ditetesi dengan larutan ekstrak dengan konsentrasi 4%, 6%, 8%, dan 10% (b/v). Kemudian, kertas dimasukkan ke dalam tabung akrilik, lalu ditambahkan rayap tanah C. curvignathus. Kasta pekerja sebanyak 45 ekor untuk no-choice, dan 90 ekor untuk two-choice test. Sementara itu, kasta prajurit sebanyak lima ekor untuk no-choice, dan 10 ekor untuk two-choice test. Pengujian dilakukan selama tujuh hari. Parameter yang digunakan dalam pengujian ini adalah mortalitas rayap dan kehilangan berat kertas uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kandungan ekstraktif kulit batang C. inophyllum adalah 30,24%. Zat ekstraktif kulit batang C. inophyllum memiliki aktivitas anti rayap. Ekstrak yang paling aktif sebagai antirayap ditunjukkan oleh ekstrak n-heksana dan etil asetat. Ekstrak n-heksana teridentifikasi mengandung senyawa friedelan-3-one, sedangkan ekstrak etil asetat mengandung senyawa 1,2-benzene dicarboxylic acid, dinonyl ester dan friedelan-3-one. Senyawa-senyawa tersebut diduga berperan dalam aktivitas antirayap pada ekstraktif kulit batang C. inophyllum.id
dc.description.abstractSubterranean termites are wood-destroying organisms that are commonly found attacking wood-based materials. They cause economic loss because they damage the components of houses and buildings. One way to increase the resistance of wood to degrading organisms is by wood preservation. Tamanu (Calophyllum inophyllum L.) is a tropical plant commonly found in coastal areas in Indonesia. C. inophyllum is a rich source of extractive substances that have potential as wood preservatives. This study aimed to analyze the extractive content of C. inophyllum bark, to analyze the extractive activity of C. inophyllum bark against subterranean termites, and to identify active compounds contained in the extract of C. inophyllum bark that are toxic to subterranean termites Coptotermes curvignathus. C. inophyllum bark powder was extracted sequentially using n-hexane, ethyl acetate, and methanol solvents by the maceration method. The anti-termite testing was carried out using two paper disc methods: no-choice and two-choice. Some Whatman test papers were dripped with extract solution in concentrations of 4%, 6%, 8%, and 10% (w/v), then the paper was put into an acrylic tube. Then, the paper disc sample was put into an acrylic tube, and the paper was put into an acrylic tube and subterranean termites C. curvignathus were added. The worker caste was 45 for the no-choice test and 90 for the two-choice test. Meanwhile, the soldier caste was five for the no-choice and 10 for the two-choice test. The parameters used in the test were termite mortality and weight loss of the test paper. The results revealed that the total extract yield of C. inophyllum stem bark was 30.24%. Furthermore, the extractive substances from C. inophyllum bark exhibited anti-termite activity. The most favorable outcomes were obtained with the n-hexane and ethyl acetate extracts at a concentration of 10%. The termite mortality and weight loss of the test paper were respectively 66% and 5.67% for the n-hexane extract and 66.67% and 6.19% for the ethyl acetate extract. In addition, the n-hexane extract contained friedelan-3-one, while the ethyl acetate extract contained 1,2-benzene dicarboxylic acid, dinonyl ester, and friedelan-3-one. The results suggested that these compounds are responsible for the observed anti-termite activity.id
dc.description.sponsorshipLembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) RIid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAktivitas Antirayap Tanah Zat Ekstraktif Kulit Batang Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.)id
dc.title.alternativeAnti-termite Activity of Tamanu Bark Extract (Calophyllum inophyllum L.).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCalophyllum inophyllumid
dc.subject.keywordCoptotermes curvignathusid
dc.subject.keywordnatural wood preservativeid
dc.subject.keywordsubterranean termiteid
dc.subject.keywordwood-destroying organismsid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record