Show simple item record

dc.contributor.advisorPriyono, Agus
dc.contributor.advisorRusdiana, Omo
dc.contributor.authorSinaga, Marunggas
dc.date.accessioned2024-03-14T07:01:03Z
dc.date.available2024-03-14T07:01:03Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141826
dc.description.abstractDaerah Aliran Sungai merupakan suatu ekosistem yang didalamnya terdiri dari kondisi fisik, biologi, dan manusia yang satu sama yang lain saling berhubungan erat membentuk keseimbangan. Masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun. Kedua faktor tersebut selalu dalam keadaan yang berubah-ubah sebagai akibat dari proses alami dan kegiatan manusia. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. Analisis terhadap parameter-parameter kualitas mencangkup parameter fisik (suhu air, kekeruhan, zat terlarut), parameter kimia (Dissolved Oxigen(DO), derajat keasaman, Nitrat, Chemical Oxigen Demand (COD). Biological Oxigen Demand (BOD), parameter biologi (total coli). Penelitian menunjukkan bahwa parameter-parameter yang menonjol dan memberikan indikasi tingginya tingkat pencemaran pada lokasi pemantauan selama lima tahun terakhir (2000-2004) adalah kekeruhan, COD, total coli, dan total padatan terlarut. Sedangkan untuk parameter lain seperti suhu air, DO, derajat keasaman/pH, nitrat dan BOD masih sesuai bila dibandingkan dengan PP No: 82 Tahun 2001 untuk kelas II dan kela III. Apabila dilihat secara keseluruhan perubahan dari waktu ke waktu untuk bagian Hulu sampai Hilir terlihat adanya penurunan kualitas air. Dari hasil pemantauan nilai Indeks Kualitas Air untuk bagian DAS Ciujung Hulu dan Tengah masih tergolong sedang. Penurunan kualitas air terjadi pada tahun 2001 dan 2002. Sedangkan untuk bagian Hilir kondisi kualitas perairan rata-rata tergolong buruk. Menurut metode STORET dengan mengacu pada baku mutu air kelas II bahwa kualitas air DAS Ciujung dari Hulu sampai Hilir tahun terakhir tergolong buruk. Nilai Indeks STORET secara berturut-turut dari Hulu sampai Hilir yaitu - 33, -34 dan -35. Buruknya kondisi kualitas air untuk peruntukan kelas II dikarenakan adanya parameter-parameter kualitas air yang tidak memenuhi baku mutu seperti Kekeruhan, BOD, DO. COD, dan total coli…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKualitas airid
dc.titleEvaluasi kualitas air dan beban pencemaran sungai Ciujungid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record