Show simple item record

dc.contributor.advisorSupriatna, Iman
dc.contributor.authorArsyad, Asmiaty
dc.date.accessioned2024-03-13T07:48:51Z
dc.date.available2024-03-13T07:48:51Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141625
dc.description.abstractMamalia pada umumnya mempunyai oosit primer sejak dilahirkan sampai ia dewasa kelamin, dan akan berubah menjadi oosit sekunder dan siap mengalami fertilisasi setelah adanya rangsangan hormon gonadotrofin. Proses pertumbuhan oosit disebut oogenesis yang di dalamnya melibatkan pembelahan meiosis. Dosis primer yang berada dalam tahap diploten dari profase pada pembelahan meiosis akan dilanjutkan pembelahannya setelah adanya LH surge preovulasi, sampai tahap metafase II. Pembelahan meiosis selesai setelah ada fertilisasi (Hafez, 1980; Baker, 1972). Oogenesis tak dapat dipisahkan dari folikulogenesis. Setiap satu siklus estrus akan bertumbuh beberapa folikel menjadi besar yang mempunyai reseptor terhadap gonadotro- fin, khususnya FSH, tetapi hanya folikel tertentu. saja yang akan mampu bertumbuh terus sampai terjadinya ovulasi sedangkan yang lainnya atresia. Folikel yang bertumbuh lebih besar akan menghambat pertumbuhan folikel lain karena adanya inhibin (Ireland, 1987).
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcProses maturasi oosit untuk tujuan fertilisasi in vitroid
dc.titleProses maturasi oosit untuk tujuan fertilisasi in vitroid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record