Show simple item record

dc.contributor.advisorKoesharto, F.X.
dc.contributor.authorPalalun, Joseph
dc.date.accessioned2024-03-13T03:36:22Z
dc.date.available2024-03-13T03:36:22Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141510
dc.description.abstractCtenocephalides felis termasuk dalam ordo Siphonaptera. Ektoparasit ini mempunyai banyak induk semang dan kemampuannya untuk berpindah dari satu induk semang ke induk semang yang lain membuat pinjal penting dalam kesehatan hewan dan manusia dan dapat bertindak sebagai penyebar penyakit dari hewan ke manusia. Pinjal adalah insekta kecil (betina 2,5 mm dan jantan 1,0 mm), berwarna coklat, tanpa sayap dengan bentuk tubuh yang pipih bilateral. Sejarah hidup C. felis terbagi atas empat tahap yaitu telur, larva, pupa dan imago (dewasa). Hewan penderita ektoparasit ditandai dengan bulu yang kusut, sering menggaruk, konjunctiva dan selaput lendir anemis dan disertai dengan peningkatan denyut nadi. Gejala pada kucing adalah papula yang erithematous di punggung bawah, daerah spinal dan leher. Pada anjing lesio terdiri atas erithema, papula, pustula dan kerak pada pangkal ekor ekor, daerah dorsal lumbosakral, permukaan medial kaki belakang dan daerah ventral pelvis. Selain menyebabkan iritasi, penurunan berat, bulu kusut dan trauma, pinjal ini juga menyebabkan alergik di mana pada epidermis terlihat acanthosis, parakeratosis, hiperkeratinisasi serta bentuk kulit yang rusak. Usaha pengontrolan pinjal dapat dilakukan di dalam rumah (indoors) dan di luar rumah/lingkungan (outdoors) dengan menggunakan bubuk tabur, penyemprotan, pengasapan atau dipping. Insektisida yang sering digunakan adalah dari golongan organochlor, organofosfat, karbamat dan pyrethroid. Golongan organochlor yang efektif terhadap C. felis di an taranya adalah lindane, chlordane, dieldrin, DDT dan metho- xychlor. Insektisida dari golongan organofosfat atas dichlorvos, diazinon, chlorpyrifos, terdiri fenthion, fenchlorfos, malathion, trichlorfon, cythioate, propetan- phos, fenitrothion dan phosalone. Golongan karbamat yang sering dipakai adalah carbaryl atau Sevin sedangkan dari golongan pyrethroid adalah pyrethrin. Penggunaannya adalah dalam bentuk oral, shampoo, dipping, bubuk tabur, flea collar dan fumigasi. Pengobatan terhadap dermatitis akibat gigitan C. felis dapat dilakukan dengan memberikan antihistamin dan kortikosteroid.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcGangguan Ctenocephalides felis Pada Anjing Dan Kucing Serta Pengendaliannyaid
dc.titleGangguan Ctenocephalides felis Pada Anjing Dan Kucing Serta Pengendaliannyaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record