Show simple item record

dc.contributor.advisorAchjadi, R. Kurnia
dc.contributor.authorKennedy
dc.date.accessioned2024-03-13T02:22:36Z
dc.date.available2024-03-13T02:22:36Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141425
dc.description.abstractIndonesia sebagai negara agraris yang tradisional dan ternak erat sekali hubungannya dengan pertanian, maka ternak kerja khususnya ternak kerbau menjadi sangat penting peranannya, antara lain sebagai ternak kerja yaitu untuk membajak sawah, mengangkut hasil produksi pertanian dan penghasil pupuk kandang. Selain peranan tersebut ternak kerbau juga digunakan sebagai lambang status sosial di masyarakat petani, investasi yang aman atau tabungan, praktek sosial dan keagamaan. Menurut Eusebio dan Mandamba (1980), populasi ternak kerbau di Indonesia pada tahun 1977 sebanyak 2,87 juta ekor dengan penyebaran di Jawa 43 %, Sumatra 27%, Sulawesi 14 %, Nusa Tenggara 13% dan sisanya di Kalimantan dan Bali. Disisi lain ternak telah lama digunakan sebagai bahan produksi untuk mencukupi kebutuhan manusia akan protein hewani, sebagai sumber produksi untuk peningkatan taraf hidup masyarakat dan sebagai sumber devisa untuk pendapatan negara. Dengan dasar tersebut diatas perlu dilaksanakan usaha peningkatan populasi ternak, yang salah satu diantaranya adalah ternak kerbau. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengembangan inseminasi buatan pada kerbau lumpur suatu studi kasus di wilayah dinas peternakan daerah tingkat II kabupaten brebesid
dc.titlePengembangan inseminasi buatan pada kerbau lumpur suatu studi kasus di wilayah dinas peternakan daerah tingkat II kabupaten brebesid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record