| dc.description.abstract | Tujuan studi kasus ini adalah mencari sebab-sebab kekurang berhasilan usaha pengembangan ternak sapi perah, terutama yang berkenaan dengan adanya gangguan reproduksi pada ternak sapi perah yang dipelihara oleh peternak di Kabupaten DT II Cirebon. Lokasi studi kasus dilakukan di Kecamatan Sumber, Weru, Cirebon Barat, Astanajapura, Babakan, Ciledug, dan Waled.
Perkembangan populasi ternak sapi perah di Kabupaten DT II Cirebon, tampak menurun dari tahun ke tahun. Hal ini karena penanganan tata laksana peternakan sapi perah yang kurang baik. Disamping itu, tehnik beternak masih tradisional, dengan pengetahuan beternak yang masih kurang.
Pendidikan peternak pada umumnya rendah, sehingga kurang menunjang keberhasilan usaha pengembangan peternakan sapi perah di Kabupaten DT II Cirebon. Hal ini didukung dengan pengetahuan para peternak yang masih kurang akan cara pemeliharaan sapi perah, serta pada umumnya usaha ternak sapi perah bukan merupakan pekerjaan utama peternak sehingga keterlibatan peternak dalam penanganan ternaknya belum optimal.
Pemeliharaan ternak sapi perah di Kabupaten DT II Cirebon, kebanyakan dikandangkan sepanjang hari. Pola pemberian hijauan umumnya memadai, sedangkan konsentrat sebagai makanan penguat diberikan dalam jumlah yang tidak mencukupi. Sanitasi kandang banyak yang kurang diperhatikan, sehingga berakibat kurang baik terhadap sapi perah yang dipelihara. .. | id |