Show simple item record

dc.contributor.advisorAliambar, Sabdi Hasan
dc.contributor.authorSuprahman, Hayani
dc.date.accessioned2024-03-13T01:35:01Z
dc.date.available2024-03-13T01:35:01Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141374
dc.description.abstractSalah satu aspek yang diperlukan untuk menunjang upa- ya pelestarian Gajah Sumatera yaitu pengetahuan mengenal jenis-jenis penyakitnya. Pada umumnya jenis-jenis penyakit pada gajah analog dengan jenis-jenis penyakit pada kuda dan sapi (Schmidt, 1978). Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus, Temminck 1847) merupakan salah satu subspesies Gajah Asia (Elephas maximus) dan termasuk ke dalam Kelas Mamalia, Ordo Probos- cidea (Boonsong et al, 1977). Satwa ini digolongkan sebagai satwa langka yang terancam punah dan karenanya dilindungi undang-undang. Sebagai salah satu upaya pelestarian Gajah Sumatera, pemerintah telah mendirikan Pusat Latihan Gajah Way Kambas pada tahun 1985 di Lampung. Program kerjanya antara lain yaitu menjinakkan dan melatih gajah liar "pengganggu" sampai akhirnya dapat dimanfaatkan secara langsung untuk kepentingan manusia.. Sejak didirikan PLG Way Kambas sampai April 1988, telah dijumpai beberapa jenis penyakit pada Gajah Sumatera di sana. Beberapa penyakit pada Gajah Sumatera itu yakni: Strongylosis, Abses, Edema Subkutan, (Hydrops anasarca), Luka-luka lecet sampai borok (ulcus), Tympani, Inflamasi pada mata dan Tetanus. Selain itu dapat dijumpai infestasi kutu Haematomyzus elephantis, namun sebegitu jauh kutu ini belum menimbulkan gangguan yang berarti.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBeberapa Penyakit Pada Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)id
dc.titleBeberapa Penyakit Pada Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record