| dc.description.abstract | CRD adalah penyakit pernafasan pada ayam yang di- sebabkan oleh kuman Mycoplasma gallisepticum. Dengan masa inkubasi empat sampai 21 hari ayam akan menunjuk- kan gejala adanya ingus katar yang ke luar dari lubang hidung, batuk, bersuara waktu bernafas dan muka beng- kak. Ayam tak ada nafsu makan, lemah, kurus, berat ba- dan menurun dan produksi telur menurun sampai kurang 50% dari biasanya. Penurunan produksi bisa berlangsung lama, tergantung dari penanganan peternak.
CRD di Indonesia sudah menyebar luas, oleh karena itu pemberantasannya susah dilakukan.
Pada peternakan yang pernah terserang CRD seperti di PT Huseini Kecamatan Cimanggis Kabupaten Bogor dapat digambarkan bahwa kerugian ekonomi pada satu kandang yang berisi 650 ekor ayam petelur, selama sebulan mene- lan kerugian sebesar Rp 342.114,-, merupakan pengurang- an keuntungan 32,52% dalam satu periode produksi. Keru gian tersebut masih tergolong kerugian yang minimum, karena pada peternakan tersebut mendapatkan tindakan yang cepat dan tepat.
Jika terjadi komplikasi dan pertolongannya terlam- bat maka kerugian akan jauh lebih besar, karena penurun an produksi bisa di bawah 50% dari biasanya dan kemati- an mencapai 30%. Ini merupakan kasus yang sering terja di karena penyakit ini dapat merupakan pintu gerbang ma suknya bibit penyakit lain, sehingga terjadi CRD kom- plek. Pemberantasan dengan cepat pada kelompok ayam yang sakit, disamping pengobatan dengan antibiotik yang tepat harus ditunjang dengan tindakan sanitasi yang ke- tat, ventilasi kandang yang baik dan tata laksana yang baik pada umumnya.
Penularan bisa secara horizontal dan secara vertikal. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan perendaman atau penyuntikan dengan antibiotik pada telur- telur yang akan ditetaskan.
Vaksinasi belum bisa memberikan kekebalan yang bi sa menahan infeksi Mycoplasma gallisepticum…. | id |